Berita Video

Video Pedagang Relokasi Pasar Johar MAJT Semarang Gelar Doa Bersama, Tak Ingin Dipindah 

Seorang pedagang Murni terlihat khusyuk berdoa saat mengikuti acara istighosah.

Penulis: hermawan Endra | Editor: Tim Video Editor

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video Pedagang Relokasi Pasar Johar MAJT Semarang Gelar Doa Bersama, Tak Ingin Dipindah .

Seorang pedagang Murni terlihat khusyuk berdoa saat mengikuti acara istighosah di pasar relokasi Johar MAJT, Semarang, Rabu (30/11). Wanita yang sudah 32 tahun berjualan sembako tersebut berharap lapak dagangannya tidak dipindah ke pasar Johar Baru. 

Menurutnya, pasar Johar Baru tidak layak digunakan berjualan. Selain luas lapak yang kecil, akses untuk bongkar muat barang juga tidak representative. Pedagang merasa kesulitan berjualan di pasar Johar Baru.

“Di sana (Pasar Johar Baru) luas kios hanya 1x2 meter, sangat tidak ideal. Akses bongkar muat barang juga tidak ada. Berbeda dibanding di sini (relokasi kawasan MAJT) luasnya 32 meter persegi atau 4x8 meter,” imbuhnya. 

Murni menambahkan, pengunjung juga lebih nyaman berbelanja di pasar relokasi MAJT dibanding Johar Baru. Sebab, lokasi lapak pedagang mudah diakses, berbeda dengan Pasar Johar Baru yang letaknya berada di dalam. 

Hanya saja, Murni berharap pengelola pasar relokasi MAJT bisa sedikit menurunkan biaya sewa. Saat ini biaya sewa di pasar relokasi Johar MAJT Rp 12 juta per tahun. Sedangkan di pasar Johar Baru Rp 7 Juta per tahun. 

“Walau di sini lebih mahal tapi lebih nyaman untuk berjualan. Kalau bisa harganya turun maksimal Rp10 juta per tahun sudah termasuk  pajak,”  imbuhnya.

Murni bersama puluhan pedagang relokasi johar di MAJT sore itu mengadakan doa bersama. Mereka berharap pemerintah Kota Semarang tidak memindahkan mereka ke Pasar Johar Baru. Mereka sudah nyaman berjualan di lokasi relokasi. 

Tak hanya pedagang, acara doa bersama tersebut juga dihadiri ratusan anggota organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN). Nampak hadir Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN), Kyai Haji Nuril Arifin Husein alias Gus Nuril. 

Pasar Johar Baru diketahui sudah selesai direnovasi dan siap digunakan kembali oleh pedagang. Namun para pedagang sudah merasa nyaman berjualan di lokasi relokasi kawasan MAJT dan tidak ingin kembali ke lokasi semula di Pasar Johar Baru. 

TIM Pasar Yayasan Nadhir, H. Istajib . As, Gus Khamad, menjelaskan berkaitan tentang Pasar Johar Relokasi, Tim Pasar yang di bentuk oleh Yayasan Nadhir Wakaf Masjid Agung Semarang, berharap agar Pemkot bersikap persuasif dengan pedagang. Jangan sampai ada pembongkaran pasar Johar Relokasi, 

“Kami berharap Pemkot menghibahkan Aset Pasar Johar Relokasi dan Pedagang bebas memilih mau milih di Johar Kauman atau Johar Relokasi , jangan ada pemaksaan. Kami berharap Pemkot di Era Ibu Ita ini lebih bijaksana dan berpihak pada kepentingan Umat,” Imbuhnya. 

Yayasan bermisi memberdayakan Tanah Wakaf supaya Produktif sebagaimana Amanat UU Wakaf dan untuk kemaslakhatan MAJT. Pihaknya berharap Satpol PP kota bersikap bijaksana dan jangan ada statment bubarkan atau kosongkan , menurutnya itu kebijakan yang tidak enak didengar masyarakat.  (*) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved