Berita Semarang

Kolaborasi Dunia Usaha dan Pendidikan di Jawa Tengah Makin Diperkuat

Kadin Jawa Tengah berupaya mewujudkan program integrasi kurikulum pendidikan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kamar dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah berupaya mewujudkan program integrasi kurikulum pendidikan oleh pemerintah kepada sekolah/perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.

Hal itu itu di antaranya melalui pembahasan lebih lanjut bersama stakeholder melalui Focus Group Discussion (FGD) kerja sama Iduka (industri, dunia usaha, dan dunia kerja) dalam implementasi Perpres nomor 68 tahun 2022 tentang kewirausahaan, pemagangan, dan penyerapan lulusan.

"Tentu kebersamaan dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder ini dalam rangka percepatan (program)," kata Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Kualitas SDM, Hukum, dan Komunikasi Kadin Jateng Dr Hasan Abdul Rozak di sela FGD, Rabu (30/11/2022).

Hasan lebih lanjut mengatakan, pihaknya sendiri berupaya untuk turut mendorong peningkatan perekonomian di Jawa Tengah.

Selain berupaya menciptakan kualitas SDM yang unggul, beberapa strategi dilakukan yakni dengan memacu sektor-sektor potensial di Jawa Tengah.

"Di tengah pandemi Covid-19 yang memukul sektor ekonomi, kita bersyukur pertumbuhan ekonomi di Jateng sudah mulai stabil. Kedepan kami optimistis (pertumbuhan ekonomi) 5,6 persen, inflasi kita terkendali. Seterusnya, tentu konteks pariwisata menjadi andalan kita dalam percepatan ekonomi di Jateng," tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sukirman menambahkan, implementasi Perpres nomor 68 tahun 2022 merupakan pengembangan dari kebijakan lama.

Menurut dia, arahan Presiden tersebut kini belum sepenuhnya diterapkan di dalam pendidikan di Jateng sehingga perlu untuk terus didorong penerapannya.

"Kami mendorong kebijakan ini segera diterapkan, karena di dalam Perpres yang paling bertanggung jawab adalah pemerintah. Meski ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama," jelasnya.

Pada kesempatan sama, di tengah era industri yang cukup marak di Jawa Tengah sendiri, Sukirman mendorong agar tenaga kerja yang terserap sebagian besar merupakan tenaga kerja dari Jateng.

"Saat ini di Kendal, batang, Brebes, dan daerah-daerah selatan marak industri. Harapan kami, Pak Gubernur ketika membuka perizinan investasi dan seterusnya, harus, wajib hukumnya melakukan MoU kepada pelaku industri agar menyerap sebesar-besarnya lapangan pekerjaan ini untuk masyarakat Jawa Tengah," imbuhnya.

Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko, Wakil Dekan I Sekolah Vokasi Undip Dr Ida Hayu Dwimawanti, dan CEO Esuahift.id Astrid Widayani, Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kadin Jateng Titi Agustina.

Adapun beberapa lainnya di antaranya perwakilan industri dan kepala sekolah atau perwakilan sekolah sebagai upaya untuk penguatan kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved