Berita Semarang
Penyapu Jalan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Terpaksa Libur Imbas Banjir Rob, Surutnya Bisa 3 Hari
Belasan petugas kebersihan dan penyapu jalanan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terpaksa libur bekerja
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Belasan petugas kebersihan dan penyapu jalanan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terpaksa libur bekerja.
Mereka hanya dapat memantau banjir rob yang menggenangi jalanan yang biasa mereka sapu.
"Iya terpaksa nunggu dulu, misal surut kerja. Tapi lihat kondisi rob setinggi ini ya paling kering dua sampai tiga hari," ujar pekerja sapu jalanan kawasan Tanjung Emas, Dani kepada Tribun, Jumat (2/12/2022).
Menururnya, banjir rob yang menggenangi kawasan Pelabuhan Tanjung Emas kali ini akibat rob sama hujan semalam.
Baca juga: Alasan Mbah Gober Sopir Tronton Tak Mau Terjang Rob di Tanjung Emas Semarang: Terabas Bisa, Tapi. .
Baca juga: Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta Lapor Polisi Dianiaya Atlet, Berawal Teguran Keras saat Latihan
Banjir rob kali baru terjadi selepas kejadian tanggul Lamicitra jebol beberapa bulan lalu.
"Kali ini tidak ada tanggul yang jebol hanya gelombang sama hujan," katanya
Diberitakan sebelumnya, puluhan truk tertahan di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang akibat banjir rob.
Mereka terpaksa memarkirkan kendaraanya di pinggir jalan.
Tampak kendaraan berat mulai tronton hingga trailer terparkir rapi.
Melihat ketinggian air rob yang hanya di bawah lutut orang dewasa seyogianya dapat mudah diterabas oleh para truk kontainer.
"Terabas bisa saja. Truk kontainer saya mampu, tapi hal itu tidak saya lakukan kasihan para pekerja pabrik yang mau berangkat bisa kena air atau tambah menyulitkan jalan mereka," ujar Sopir kontainer Mbah Gober kepada Tribun, Jumat (2/12/2022).
Pria berambut gondrong itu hendak mengirim barang dari pabrik Sammi Semarang ke kawasan Pelabuhan.
Setiba di pelabuhan ternyata banjir rob berbarengan dengan jam berangka kerja karyawan sehingga ia memilih berhenti dulu.
"Ya nunggu pekerja pabrik lewat sambil nunggu rob agak surut," katanya.
Namun ia menyebut, kondisi air rob tampaknya akan terus naik.
Informasi yang diterimanya dari petugas pelabuhan air rob sudah naik dari pukul 04.00.
Hingga pukul 08.00, air terus merangkak naik.
"Iya kog naik terus airnya, semoga naiknya tidak terlalu tinggi," bebernya.
Akibat rob, tentu hal itu berdampak terhadap aktivitas pengiriman logistik di pelabuhan.
"Dampak keterlambatan pengiriman itu saja," tuturnya.
Karyawan pabrik PT Grand Best Indonesia itu mengaku, terpaksa harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer atau harus ditempuh selama 30 menit.
"Saya sudah 12 tahun bekerja di kawasan ini, sudah sering banjir tapi tahun ini paling sering. Tanggul jebol paling parah," ungkapnya.
Karyawan pabrik Korina Semarang Tyas mengaku, harus jalan kaki sejauh 30 menit untuk sampai di tempatnya bekerja di kawasan Lamicitra.
"Infonya depan pabrik kering, hanya akses masuk sini saja yang kerendam rob," katanya.
Diakuinya, banjir rob bikin pekerja di pelabuhan susah.
"Kalau bisa ya jangan gini lagi," terangnya singkat sembari lekas berjalan kaki.
Informasi dari BMKG Semarang, banjir rob di kawasan pelabuhan Tanjung Emas terjadi akibat tingginya gelombang laut.
Khusus di kawasan pesisir Semarang setinggi 190 sentimeter pada Jumat (2/12/2022) pukul 03.00.
Kondisi itu diperparah dengan hujan intensitas sedang yang guyur kawasan pesisir. (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Petugas-kebersihan-terpaksa-libur-akibat-banjir-rob-t-2122022.jpg)