Berita Kriminal

Suami yang Membunuh Istri Pura-pura Pingsan saat Menyaksikan Evakuasi Jasad Istrinya

Siasat suami yang pura-pura pingsan saat melihat polisi mengevakuasi jasad istrinya diungkap polisi

Editor: rival al manaf
(JITET)
Ilustrasi Pembunuhan 

TRIBUNJATENG.COM, NTB - Siasat suami yang pura-pura pingsan saat melihat polisi mengevakuasi jasad istrinya diungkap polisi dalam rekonstruksi pembunuhan.

Terungkap bahwa suami itulah yang membunuh istrinya.

Sejumlah hal terungkap saat rekonstruksi kasus pembunuhan istri di Desa Kaleo, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (2/12/2022).

Baca juga: 5 Camilan Sehat Ampuh Atasi Kadar Gula Darah Tinggi dan Sembuhkan Penderita Diabetes

Baca juga: Mulai Besok Sabtu Selama 2 Hari, Gelaran Lomba Lari Jelajah Gunung Lawu, Diikuti 2.063 Peserta

Baca juga: Tanda-Tanda Terjadinya Kiamat yang Tidak Disadari Berdasarkan Hadist dan Ayat Al Quran

Salah satunya, reaksi dari pelaku ED (37) setelah mengetahui sang istri Nurbaya (36), tewas di tangannya.

Pelaku ternyata sempat merenung hingga menangis melihat jasad sang istri yang sudah terbujur kaku usai dijerat menggunakan tali nilon.

"Setelah saya angkat ke atas pondok, saya naik duduk dan menangis melihat mayat istri saya yang sudah meninggal," kata ED menjelaskan pada aparat dan saksi yang mengikuti kegiatan rekonstruksi di area perkebunan warga di Kelurahan Dara.

Kepada penyidik dan sejumlah saksi yang hadir, ED juga mengaku, secara spontan langsung berpikir untuk merekayasa kematian istrinya.

Dia kemudian memutuskan untuk memindahkan sepeda motor yang diparkir sang istri di pinggir jalan menuju pondok.

Setelah dibungkus menggunakan karung dan didikat memakai tali nilon, ED lalu membawa jasad istrinya ke jembatan Diwu Moro, Desa Kaleo.

Setibanya di sana, pelaku langsung membuang jasad istrinya bersama sepeda motor yang digunakan.

Usai menghilangkan jejak pembunuhan itu, sekitar beberapa meter dari TKP pembuangan jenazah Nurbaya, ED kemudian terlihat mencegat mobil pikap dan meminta bantuan untuk diantar pulang ke rumah.

Fakta lain juga terungkap dalam rekonstruksi dengan adegan penemuan mayat Nurbaya.

Saat itu, ED turut menyaksikan proses olah TKP yang dilakukan polisi di jembatan Diwu Moro.

Pelaku dalam rekonstruksi terlihat sempat pingsan di atas jembatan, sehingga langsung ditangani oleh tim medis.

"Dia pingsan di atas jembatan lantaran melihat mayat istrinya. Petugas saat itu langsung mengangkat ED ke atas mobil dan memasangkan cairan infus."

"Setelah penyelidikan baru diketahui itu ternyata alibi pelaku untuk menghilangkan jejak," kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu M Rayendra usai rekonstruksi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pria di Bima yang Bunuh Istri Sempat Merenung dan Tangisi Mayat Korban"

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved