Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Disporapar Kab.Tegal akan Membentuk Tim SAR dan Posko di Masing-masing Objek Wisata

Disporapar Tegal akan membentuk Tim SAR dan posko di masing-masing kawasan wisata.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Suasana di area Joging Track dan dermaga apung yang ada di Objek Wisata Waduk Cacaban, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Setelah berlangsung Diklat Search and Rescue (SAR) yang diikuti perwakilan karyawan objek wisata, pelaku usaha wisata perahu, pokdarwis Tirta Wijaya Kusuma, paguyuban pedagang, dan tokoh masyarakat, Disporapar Kabupaten Tegal berencana akan membentuk Tim SAR dan dilanjutkan membuat posko di masing-masing kawasan wisata.

Adapun yang nantinya akan tersedia tim SAR dan posko pengamanan adalah objek wisata yang dikelola Pemkab Tegal, yaitu Pemandian Air Panas Guci, Waduk Cacaban, dan Purwahamba Indah (Pur'in).

Informasi tersebut, disampaikan Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata Kabupaten Tegal, Ahmad Abdul Hasib, pada Tribunjateng.com, Jumat (2/12/2022).

Hasib menyebut, nantinya dalam tim SAR yang akan dibentuk, turut melibatkan partisipasi stakeholder terutama pokdarwis, pelaku usaha wisata, dan lain-lain.

"Setelah tim SAR sudah terbentuk, nah langkah selanjutnya adalah membuat posko tim SAR di masing-masing objek wisata. Tujuannya, tentu untuk melayani dan menjamin wisatawan ketika berkunjung merasa aman dan nyaman," ungkap Hasib, pada Tribunjateng.com.

Suasana di depan gerbang utama masuk area Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. Terlihat pengunjung sedang antre membayar tiket masuk.
Suasana di depan gerbang utama masuk area Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. Terlihat pengunjung sedang antre membayar tiket masuk. (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

Meskipun dalam hal ini, Hasib tidak menampik tetap ada risiko terjadinya kecelakaan atau musibah bencana alam.

Sehingga Disporapar Kabupaten Tegal sudah mengantisipasi dengan membuat skenario layanan, termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) bagaimana menangani pengunjung yang mengalami kecelakaan saat sedang berwisata.

Kecelakaan yang dimaksud, lanjut Hasib, semisal pengunjung terjatuh dari bukit, tenggelam, dan lain-lain.

"Lewat diklat SAR inilah kami memberikan dasar-dasar, pemahaman, keterampilan menangani korban terjatuh ataupun tenggelam. Meskipun dalam hal ini, ranahnya hanya mencari dan mengevakuasi korban karena kami bukan tim medis. Jadi nantinya, kami mencari, mengevakuasi korban dari lokasi kejadian menuju fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut," papar Hasib.

Selain melibatkan unsur pengelola wisata, Hasib menyebut keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan wisata juga sangat penting dan diperlukan.

Karena menurut Hasib, sejatinya menjaga kawasan wisata adalah tanggungjawab bersama baik Disporapar melalui TPID, maupun pelaku usaha wisata lainnya seperti pedagang, pengelola perahu wisata, tukang parkir, dan sebagainya.

Dengan adanya tim SAR atau posko tim SAR di masing-masing objek wisata, Hasib berharap layanan wisata terutama saat momen libur natal dan tahun baru (Nataru) bisa berjalan dengan baik. 

"Paling tidak, mitigasi yang sudah dilakukan bisa mengurangi dampak terjadinya musibah. Selain itu, bisa dilakukan penanganan segera apabila ada korban sehingga tidak semakin parah kondisinya," kata Hasib. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved