Berita Karanganyar

Kesan Peserta Asal Singapura yang Sudah 2 Kali Ikut Siksorogo Lawu di Karanganyar

Muhammad Hafiz peserta asal Singapura sudah jatuh cinta dengan kawasan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar saat pertama kali mengikuti lomba lari jelaja

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ agus iswadi
Muhammad Hafiz, peserta lomba lari jelajah alam Siksorogo Lawu Ultra 2022 di kawasan Lereng Gunung Lawu Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Muhammad Hafiz peserta asal Singapura sudah jatuh cinta dengan kawasan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar saat pertama kali mengikuti lomba lari jelajah alam dengan tajuk Siksorogo Lawu Ultra

Lomba lari jelajah alam lereng Gunung Lawu kali ini menjadi tahun ketiga digelar setelah sebelumnya sempat vakum 2 tahun karena pandemi Covid-19.

Ada 2.063 peserta yang ambil bagian dalam perlombaan tersebut.

Ada 5 nomor yang diperlombakan dalam kejuaraan lari jelajah alam kali ini mulai dari 7 Km, 15 Km. 30 Km, 50 Km hingga 80 Km. 

Siksorogo Lawu Ultra digelar selama dua hari mulai Sabtu-Minggu (3-4/12/2022).

Nomor lari 80 Km dan 50 Km mulai digelar pada hari pertama Sabtu pagi dan malam. Sedangkan nomor lari 7 Km, 15 Km dan 30 Km digelar pada Minggu pagi. 

"Ini kali kedua saya ke mari, terakhir 2019 sebelum pandemi. Sama juga saya ikut nomor 30 Km," kata Hafiz kepada Tribunjateng.com, Sabtu siang.

Dia menceritakan, awal mula mengikuti perlombaan Siksorogo Lawu setelah mendapatkan rekomendasi dan ajakan dari seorang teman saat bertemu dalam event marathon di Bromo Jawa Timur. 

"Pertama kali saya ke sini memang sudah jatuh hatilah di tempat ini. Sebab aman, orang di sini ramah. Kalau tidak tahu mana mau pergi, mereka akan tolong. Jadi senang, adem sini," ucapnya. 

Menurutnya, lomba lari di lereng Gunung Lawu memiliki keunikan tersendiri utamanya dengan keindahan alamnya.

Dia condong lebih memilih mengikuti lomba lari di kawasan hutan dan pegunungan dibandingkan dengan lomba lari di kawasan perkotaan.

Sejumlah perlombaan lari pernah diikuti Hafiz mulai dari lomba di beberapa kota wilayah Indonesia, Malaysia, Australia dan Korea Selatan. 

"Lebih tenang bila lari di hutan atau di gunung, capeknya lain, suasana lain. Kalau sudah di atas, nyaman tengok sekeliling. Adem," ungkap pria yang telah menggeluti lomba lari sejak 13 tahun lalu. 

Sejumlah persiapan telah dilakukan Hafiz sebelum mengikuti Siksorogo Lawu Ultra. Dia menjelaskan, secara geografis di wilayah Singapura tidak ada daerah seperti wilayah lereng Gunung Lawu.

Sehingga Hafiz dengan rekannya di Singapura biasanya berlatih di kawasan pegunungan di Malaysia.

Selain berlatih di medan yang serupa dengan kawasan lereng Gunung Lawu, terang Hafiz, pola makan juga harus dijaga sebelum race atau perlombaan. 

"Tahun depan kalau ada kesempatan akan kembali lagi mengikuti nomor lebih jauh," tuturnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved