Sosialisasi DBHCHT

Pemkab Kudus Gelar Sosialisasi DBHCHT Melalui Pagelaran Kesenian Teater

Melalui seni, Bupati Kudus gelar Sosialisasi Ketentuan Perundang-undangan Cukai.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: sujarwo
Kominfo Kudus
Ilustrasi. Gelaran Teater bertema DBHCHT di Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Melalui pagelaran seni Teater, Bupati Kudus, Hartopo menggelar kegiatan Sosialisasi Ketentuan Perundang-undangan Bidang Cukai yang dilaksanakan di Desa Kutuk, Undaan, Kudus. 

Berbeda dengan daerah lainnya, Pemkab Kudus menggunakan kesenian wayang orang (Teater) untuk mengajak masyarakat memahami tentang bahaya memperjualbelikan rokok ilegal. 

Pagelaran Teater ini turut dihadiri para remaja, bapak-bapak, ibu-ibu, lansia, hingga anak-anak.

Mengawali rangkaian acara, Bupati Hartopo menjelaskan peruntukan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sesuai Mandatori dari Menteri Keuangan yang diterima Kabupaten Kudus yang notabenenya sebagai penghasil cukai terbesar di Jawa Tengah.

Bupati Hartopo (baju biru) usai melihat gelaran Teaterical Dudoh Bening di Desa Kutuk Kudus/Kominfo Kudus.
Bupati Hartopo (baju biru) usai melihat gelaran Teaterical Dudoh Bening di Desa Kutuk Kudus/Kominfo Kudus. (Tribun Jateng/Rezanda Akbar D)

"Di bidang cukai, Kabupaten Kudus menyumbang devisa pada Pemerintah Pusat sampai 36 Triliun. Dikembalikan ke Jateng 2 persen dan Kudus dapat bagian paling tinggi, 174 M untuk tahun 2022 ini. Masih ada silpa sebanyak 117 M ditahun 2021, jadi total tahun ini Kudus hampir mendapat 300 M. Namun demikian peruntukannya diatur oleh Menteri Keuangan," ucapnya.

Dari total dana cukai yang diterima Kabupaten Kudus tersebut, sesuai aturan Menteri Keuangan nomor 215/PMK.07/2021 peruntukannya tidak bisa digunakan untuk infrastruktur.

"Peruntukan penggunaan DBHCHT tahun 2022 tidak bisa untuk infrastruktur atau block grant, namun hanya bisa digunakan spesific grant meliputi bidang kesehatan 40 % , bidang kesra 50 % , dan penegakan hukum 10 % ," jelasnya.

Ilustrasi. Gelaran Teater bertema DBHCHT di Kudus.
Ilustrasi. Gelaran Teater bertema DBHCHT di Kudus. (Kominfo Kudus)

Oleh karena itu, Pemkab Kudus berupaya mengoptimalkan penggunaan DBHCHT untuk mendorong tumbuhnya industri rokok kecil untuk menekan peredaran rokok ilegal.

"Pemkab Kudus berkomitmen untuk mengembangkan Industri rokok skala kecil bagi yang terkendala ketersediaan lahan melalui KIHT. Tujuanya untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Kudus," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved