Berita Video

Video Detik-detik Copet Nyamar Anggota PGRI di HGN 2022 Semarang Diringkus Polisi

Khoirul Huda, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menyesalkan aksi pencopetan

Penulis: amanda rizqyana | Editor: Tim Video Editor

TRIBUNJATENG, SEMARANG - Berikut ini video detik-detik copet nyamar anggota PGRI di HGN 2022 Semarang diringkus polisi.

Khoirul Huda, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menyesalkan aksi pencopetan yang terjadi di Puncak Acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2022.

Pencopet bernama Ade Taryo dan M Nurdin mencuri 2 buah telepon seluler (ponsel) dan uang tunai Rp 8 juta sebelum akhirnya tertangkap oleh korban bernama Urip Tarsam.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/12/2022) pagi sekitar pukul 8.30 di Marina Convention Center (MCC) Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pasalnya, satu rekannya bernama Chusnul Munawaroh rombongan guru Kecamatan Waru kehilangan ponsel.

Ia mengaku sedih karena acara yang dibayangkan akan berlangsung suka cita justru menjadi musibah, terlebih pelaku pencopetan yang berjumlah dua orang tersebut menyamar sebagai guru dengan mengenakan seragam PGRI.

"Sebetulnya sedih karena dengan kegiatan kan harusnya tidak ada hal seperti ini apalagi mereka menyamar sebagai seorang guru, itu kan sama saja mencoreng kita sebagai korps guru," ujar Khoirul pada Tribun Jateng.

Akibat peristiwa tersebut, saat ini harus memberikan keterangan di Polsek Semarang Barat hingga sore hari bersama 3 rekannya yang lain untuk mendampingi sejak pukul 12.00.

Sementara 38 anggota rombongan bus lainnya melanjutkan rangkaian acara kunjungan sejak Jumat (2/12/2022) sebelum bertolak ke Sidoarjo petang nanti.

Ia berharap, acara ini seharus terkondisikan dengan baik agar panitia selektif memeriksa tamu maupun undangan yang datang.

Pasalnya ia melihat pengunjung yang datang ke acara tak memiliki persyaratan khusus, hanya dengan mengenakan seragam PGRI dipersilakan masuk.

Celah ini yang menurutnya dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya di antara kerumunan ribuan manusia yang tumpah ruah di area MCC.

Sementara itu, Urip Tarsam, korban kecopetan uang tunai Rp 8 juta mengaku saat menangkap basah pencopet, ia reflek mendekap pelaku dan mengatakan pelaku merupakan copet, bukan guru.

Ia mendengar pelaku pencopetan sempat mengatakan dirinya guru dari Ciamis, namun saat diminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh petugas keamanan, pelaku merupakan karyawan swasta.

"Kamu copet. Kamu bukan guru ya? Saya guru. Guru dari mana? Ngakunya dari Ciamis ya?" Urip menceritakan dialog saat ini menangkap basah pelaku.

Urip mengaku berani menangkap basah pelaku, tidak takut mendapatkan serangan fisik atau dilukai oleh pelaku maupun dituding balik sebagai copet karena ia bersama rekan sesama guru yang mengenal dirinya.

Beruntung, Urip bisa menyelamatkan uang Rp 8 juta yang ia miliki, bahkan ia tetap bisa menyimak langsung pidato Presiden Joko Widodo. (arh)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved