Berita Semarang

Faktor Hamil Duluan Dominasi Penyebab 164 Warga Ajukan Dispensasi Pernikahan di PA Semarang

Sebanyak 164 warga Semarang ajukan disepensasi pernikahan ke Pengadilan Agama.

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: sujarwo
NET
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hingga November 2022, sebanyak 164 warga Kota Semarang, Jawa Tengah mengajukan disepensasi pernikahan ke Pengadilan Agama (PA) Semarang.

Ditemui di kantornya di Jl. Jendral Urip Sumoharjo No.5 Karanganyar, Kec. Tugu, Kota Semarang, panitera Pengadilan Agama Semarang Mohammad Dardiri mengatakan, sudah ada 149 permohonan yang telah diputuskan oleh Pengadilan Agama Semarang.

"Total yang mengajukan disepensasi ada 164 perkara yang sudah diputuskan ada 149 perkara, hingga November" katanya kepada Tribunjateng.com pada Senin (5/12/2022).

Ia menyebut, sebagian masyarakat yang mengajukan dispensasi pernikahan ke Pengadilan Agama Semarang didasari atas faktor hamil duluan.

"Meski tidak semuanya hamil duluan, namun yang mengajukan ke sini sebagian seperti itu," jelasnya.

Banyaknya pemohon yang mengajukan ajuan, tak lantas dikabulkan begitu saja oleh Pengadilan Agama Semarang

"Di persidangan ada syarat-syarat dan ketentuan. Jadi tak semuanya diterima bahkan ada yang dicabut," tegasnya.

Banyaknya fenomena pengajuan nikah oleh masyarakat ke Pengadilan Agama Semarang yang sebagian disebabkan faktor hamil duluan, dianggapnya sebagai efek dari globalisasi.

Globalisasi, kata dia, turut merubah tatanan dan pola pergaulan remaja. 

"Sekarang itu eranya globalisasi. Semua serba internet," ujarnya.

Namun selain persoalan globalisasi, ia juga menekankan pentingnya faktor pengawasan dari orang tua.

Kesibukan pekerjaan orang tua yang menyebabkan minimnya perhatian kepada anak bisa memicu anak terseret pada pergaulan bebas.

"Kadang-kadang ada orang tua yang keduanya bekerja. Sehingga perhatian kepada anak menjadi lupa. Itu juga bisa jadi penyebab," terangnya.

Oleh sebab itu, dia meminta tokoh masyarakat dan ulama turut berpartisipasi untuk menyelesaikan permasalahan anak-anak muda saat ini.

"Tokoh agama juga memiliki peran untuk memperkuat agama," kata dia.

Kepada generasi muda, ia berpesan agar berperan aktif di lingkungan membentuk kegiatan positif.

"Paling tidak harus memiliki peran aktif di masyarakat," tuturnya. (*)

Baca juga: Dua Sejoli Pelajar SMP Menikah di KUA Tanpa Tragedi Hamil Duluan, Ibu: Lega Tapi Khawatir

Baca juga: Jumlah Pemohon Dispensasi Menikah di Kota Semarang Meningkat Karena Hamil Duluan

Baca juga: 100 Pasangan di Semarang Minta Dispensasi Nikah saat Wabah Corona, Didominasi Kasus Hamil Duluan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved