Fokus

Fokus: Rambut Putih dan Akar Rumput

Tak perlu paranormal ataupun riset mendalam untuk menerawang ungkapan Jokowi tersebut. Sosok yang tergambar adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Penulis: m nur huda | Editor: m nur huda
Tribun Jateng
Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, M Nur Huda 

Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM - Konstelasi politik menghangat setelah Presiden Jokowi hadir dalam acara silaturahmi nasional kolaborasi berbagai elemen relawan Jokowi bertajuk Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Sabtu (26/11/2022) lalu.

Jokowi tak diduga menyebut kriteria calon presiden (capres) secara spesifik yang layak dipilih pada pemilu 2024 mendatang, bahkan juga disebut tampilan fisiknya. Pemimpin yang baik dapat dilihat dari keriput pada wajah serta rambut yang memutih atau beruban karena terus memikirkan nasib rakyat.

Tak perlu paranormal ataupun riset mendalam untuk menerawang ungkapan Jokowi tersebut. Sosok yang tergambar adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hal ini telah jelas, sebab jika mengingat acara Rakernas V Projo yang digelar di Magelang, Jumat (20/5/2022) lalu, Jokowi juga menyebut capres yang bakal didukung Projo mungkin hadir di acara tersebut, dan di acara itu ada Ganjar Pranowo.

Jokowi dalam mengungkapkan hal itu tentu tidak tanpa kalkulasi. Terlebih, mantan Walikota Solo itu dikenal detil dalam berbagai hal.

Dari aspek latarbelakang, selain Jokowi dan Ganjar memiliki kedekatan personal, keduanya juga memiliki banyak kemiripan yakni sama-sama dari Jawa Tengah, sesama kader PDIP, memiliki gaya kepemimpinan dan komunikasi publik yang hampir mirip. Semisal keduanya sama-sama suka melakukan blusukan ke pelosok desa.

Selain itu, mayoritas pendukung keduanya juga dari irisan hampir sama yakni dari kelompok relawan yang mengambil porsi politik di tengah permainan politik yang didominasi elite partai.

Jokowi memiliki banyak kelompok relawan untuk menuju Pilpres. Sedangkan Ganjar Pranowo juga memiliki kelompok relawan untuk menuju kursi Gubernur Jateng dua periode.

Di lain sisi, Ganjar Pranowo selama ini selalu menduduki peringkat teratas dalam survey capres 2024 yang dilakukan hampir semua lembaga riset.

Aksi Jokowi mengendorstmen Ganjar itu dapat dipahami sebagai simbol bahwa dirinya masih punya daya tawar di panggung politik nasional. Artinya, jika PDIP sebagai induk partai dan harapan berlabuh tidak mengusung Ganjar, maka ada gerbong lain yang sudah siap menampung.

Simbol itu juga sekaligus sinyal dari Jokowi ke Megawati sebagai penguasa absolut di PDIP agar memberi karpet merah untuk Ganjar di Pilpres 2024.

Di internal PDIP sendiri telah diterpa isu perpecahan setelah adanya kubu elit partai yang mendukung Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan menyebut sebagai kelompok Dewan Kolonel. Sementara kubu pendukung Ganjar dari relawan politikus PDIP di daerah membentuk Dewan Kopral. Tapi kemudian DPP PDIP memberi teguran keras yakni hanya pada Ganjar.

Dalam situasi seperti ini, seolah terjadi pertentangan antara elit partai dengan arus bawah yang direpresentasikan para relawan Jokowi dan Ganjar

Adanya sinyal larangan dari elit pada Ganjar untuk terus tampil, justeru memberi peluang bagi arus bawah untuk terus berkonsolidasi dan menunggu kesempatan membuktikan bahwa kekuatan akar rumput tidak dapat diremehkan. Kita tunggu saja perkembangan berikutnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved