Berita Salatiga

Kelurahan Tingkir Tengah Sabet Regsosek Award 2022 dan Kelurahan Cantik

Kelurahan Tingkir Tengah dinobatkan menjadi Wilayah Kelurahan cinta statistik.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: sujarwo
Tribunjateng.com/Hanes Walda
Rapat koordinasi OPD di Hotel Laras Asri Salatiga, Selasa (6/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Kelurahan Tingkir Tengah dinobatkan menjadi Wilayah Kelurahan cinta statistik (Cantik) dan berhasil meraih Regsosek Award Tahun 2022  dari Pj Wali Kota Salatiga.

Hasil ini didapatkan setelah petugas BPS melakukan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi 2022 di 23 Kelurahan di Kota Salatiga.

Kepala BPS Kota Salatiga, Satriono mengatakan bahwa petugas mencatat, koordinasi, melihat partisipasi warga, dan dukungan dari pemangku kepentingan di kelurahan masing-masing.

Dalam periode pendataan, masing-masing petugas bisa mendata empat sampai lima RT dengan bervariasi muatan yang berbeda-beda, namun ada juga beberapa orang yang menolak memberikan datanya.

Data Regsosek 2022  masih dalam tahapan pengolahan atau input data.

Rapat koordinasi OPD di Hotel Laras Asri Salatiga, Selasa (6/12/2022).
Rapat koordinasi OPD di Hotel Laras Asri Salatiga, Selasa (6/12/2022). (Tribunjateng.com/Hanes Walda)

“Keluarga yang sudah kami verifikasi ada sejumlah 65.813 keluarga, dari hasil koordinasi (subjektif) dengan ketua RT, yang dikatakan tidak miskin ada sekitar 67,93 persen (44.704 keluarga), kemudian yang dikatakan miskin ada 28,73 % (18.906 keluarga), kemudian yang sangat miskin ada 3,34 % (2.203 keluarga),” kata Satriono kepada Tribunjateng.com, Selasa (6/12/2022).

“Namun untuk data objektif dari BPS (survei sosial ekonomi nasional) kemiskinan ekstrim di Kota Salatiga itu sekitar 700 KK (2.000 penduduk),” imbuhnya.

Hasil yang didapatkan dalam Regsosek Award 2022 tersebut, wilayah kelurahan yang masuk kategori adalah daerah yang dilihat  sisi responsif, partisipatif, dan aspek koordinatifnya yang tinggi di wilayahnya.

“Juara pertama diraih Kelurahan Tingkir Tengah, kemudian disusul Kelurahan Randuacir, Kelurahan Tegalrejo, kemudian di urutan keempat Kelurahan Bugel dan yang kelima Kelurahan Sidorejo Kidul,” ujarnya.

Selain itu, Lurah Tingkir Tengah, Ria Maharani berterima kasih atas penghargaan ini.

Menurutnya penghargaan tersebut merupakan bentuk partisipasi dari masyarakat TingTeng yang cukup tinggi atas pendataan Regsosek 2022.

“Keterlibatan aktif dari unsur Kelurahan untuk memberdayakan masyarakat sehingga keikutsertaan masyarakat bisa maksimal, hal ini merupakan wujud tanggung jawab kita dalam membangun data kependudukan tunggal,” kata Ria.

Terkait dengan dipilihnya Kelurahan Cantik, Ria mengatakan bahwa pembangunan wilayah kerja di Kelurahan Tingkir Tengah dibutuhkan perencanaan yang maksimal.

“Sebagai pelaku pembangunan di wilayah kerja masing-masing kita harus memahami bahwa data bukanlah hanyalah gambaran angka semata, karena dari data ini rencana kerja kedepan dan evaluasi kinerja yang terdahulu dapat dilakukan, dan semakin banyak data yang kita miliki maka kemungkinan untuk melesetnya sebuah perencanaan dapat kita minimalkan,” paparnya.

Rapat koordinasi OPD di Hotel Laras Asri Salatiga, Selasa (6/12/2022).
Rapat koordinasi OPD di Hotel Laras Asri Salatiga, Selasa (6/12/2022). (Tribunjateng.com/Hanes Walda)

Sementara itu, Pj Wali Kota Salatiga mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin itu bukan hanya sekedar menginspirasi, memotivasi, namun harus hadir dan harus mempunyai ikatan emosional yang kuat.

“Ini bagi mereka yang kooperatif, proaktif, inisiatif dan koordinatif dan mereka itu yang kita berikan apresiasi, bukan berarti yang lainnya tidak. Namun hal tersebut berarti keberpihakan kinerja menjadi salah satu tolak ukur birokrasi yang kekinian,” kata Sinoeng.

Pemerintah Kota Salatiga akan selalu kawal hal tersebut dalam perjalanan pendataan ini, Dirinya menyampaikan terima kasih, karena tadi dilaporkan ada dua kelurahan yang inspiratif sekali soal kelurahan cantik.

“Ini tidak hanya dari antusias lurahnya saja, melainkan cara berkomunikasi out of the book kepada masyarakat dan saat menyampaikan data informasi tersebut yang dilakukan di kanal medsos dan cetak. Adanya infografis yang menarik (lain daripada yang lain). Informasi itu ukurannya adalah konsisten, interesting(menarik), dan koordinasi,” ungkapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved