Berita Semarang

Pemotor Semarang ini Jadi Korban Asusila, Pelaku Buntuti dan Lecehkan Korban di Jalan

Polsek Mijen amankan, DS (22) pria yang telah melakukan tindak kejahatan keasusilaan.

Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: sujarwo
Dok. Polsek Mijen
DS (22) seorang pria yang telah melakukan tindak kejahatan keasusilaan terhadap, ER (40) seorang wanita. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polsek Mijen berhasil mengamankan, DS (22) seorang pria yang telah melakukan tindak kejahatan keasusilaan terhadap, ER (40) seorang wanita.

DS diamankan oleh polisi di rumahnya di Dusun Grajegan, Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.

DS diamankan oleh polisi karena telah melakukan tindak kejahatan keasusilaan terhadap ER, pada Senin 7 November 2022 sekira jam 08.00 WIB.

Kapolsek Mijen Kompol Kholid Mawardi menjelaskan kronologi kejadian tindak asusila yang dialami ER.

Menurutnya, saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor arah pulang ke rumah.

Sesampainya di tempat kejadian, lanjut Kholid, korban menyadari bahwa ada seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor membuntuti di belakang laju sepeda motor yang dikendarai korban.

"Pada saat situasi jalan sepi, tiba-tiba pelaku memepet korban," katanya.

Saat itu juga, pelaku melecehkan korban yang masih di atas motornya hingga terjatuh.

Karena hal itu kemudian ER melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Mijen.

Tindakan tidak terpuji yang dilakukan DS juga sempat viral di media sosial. Pasalnya selama bulan November 2022, DS telah melakukan tindakan asusila sebanyak lima kali. Di tempat kejadian yang sama, di sepanjang Jalan Nongko Lanang yang ikut wilayah Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

"Atas dasar dari laporan pelapor dan beberapa kejadian viral tersebut,  kemudian dilakukan penyelidikan hingga dapat diketahui identitas pelaku, yang selanjutnya berhasil diamankan di rumah tinggalnya beserta barang bukti sarana kejahatan (sepeda motor) yang sempat dikenali ciri-cirinya oleh beberapa orang saksi," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 281 KUH Pidana dengan ancaman pidana 2 tahun 8 bulan. (*)

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved