Berita Batang

Pengakuan Pelajar yang Ditangkap Polisi Karena Diduga Hendak Tawuran di Batang: Cuma mau healing

Puluhan pelajar dari Batang dan Pekalongan digelandang ke Mapolres Batang, lantaran diduga hendak melakukan aksi tawuran.

Penulis: dina indriani | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Sejumlah pelajar yang hendak tawuran saat tiba di Mapolres Batang, Kamis (8/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Puluhan pelajar dari Batang dan Pekalongan digelandang ke Mapolres Batang, lantaran diduga hendak melakukan aksi tawuran.

Aksi tawuran antar pelajar berhasil digagalkan aparat kepolisian.

Para pelajar itu berkumpul dan diduga hendak tawuran di jalur Pantura Kandeman, Kandeman, Batang sekitar pukul 12.00.

Saat aparat datang, aksi kejar-kejaran di jalan raya Pantura pun tidak terhindarkan.

Baca juga: Lirik Lagu dan Chord Kunci Gitar Diam-diam Kubawa Satu Fourtwnty

Baca juga: Daftar Harga Bahan Pokok di Sragen Desember 2022, Harga Telur dan Cabai Merangkak Naik

Baca juga: Pelatih Walid Regragui Buka Suara, Ini Rahasia Maroko Pulangkan Spanyol di Piala Dunia 2022

Para pelajar yang sebelumnya berkumpul berlari kocar-kacir ke perkampungan belakang Kantor Kecamatan Kandeman.

Warga yang geram pun ikut mengejar dan menangkap para pelajar itu.

Pantauan Tribunjateng.com, terlihat para pelajar digelandang ke Mapolres Batang dengan moda truk, dan mobil kepolisian.

Mereka diminta berjalan jongkok menuju halaman belakang Mapolres, beberapa pelajar juga terlihat mengalami luka ringan.

Namun, dari pihak kepolisian tidak mengizinkan pengambilan gambar di halaman belakang Mapolres Batang.

Kasatreskrim Polres Batang AKP Yorisa Prabowo mengatakan ada sekitar 60an pelajar yang diamankan, mereka berasal dari Batang dan Pekalongan.

"Sekitar pukul 12.30, kami mendapatkan laporan masyarakat bahwa ada pelajar yang bergerombol di daerah Kandeman, saat kita datang mereka langsung berlari kocar-kacir, kami pun menyisir hingga ke perkampungan, antisipasi agar mereka tidak kembali bergerombol takutnya membuat hal yang meresahkan," tutur AKP Yorisa melalui telepon.

Lebih lanjut dikatakannya, berdasarkan keterangan yang didapatkan para pelajar itu mengaku hanya akan healing.

"Mereka ngakunya mau healing-healing, karena ini masa classmeeting pulang lebih awal, karena ada potensi kerawanan akhirnya kami amankan," ujarnya.

AKP Yorisa mengatakan para pelajar yang dari pekalongan datang dengan menumpang pick up dan truk.

"Kemungkinan sampai seratusan ya, ini yang kami amankan 60an masih dilakukan pembinaan dan kami memanggil pihak sekolah serta orangtua," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved