Berita Semarang

Mal Pelayanan Publik Kota Semarang Bakal Terapkan Teknologi Metaverse Pertama di Indonesia

Pemkot Semarang akan menerapkan teknologi berbasis metaverse untuk memberikan kemudahan perizinan

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang akan menerapkan teknologi berbasis metaverse untuk memberikan kemudahan perizinan.

Nantinya metaverse bakal diterapkan pada Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Semarang.

Metaverse adalah dunia virtual yang diciptakan oleh konvergensi teknologi digital dan dunia fisik.

Melalui representasi 3D, pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dan dengan objek digital dengan cara yang realistis.

Hal itu membuat masyarakat yang melakukan pengurusan perizinan di Kota Semarang bisa melalui dunai virtual.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Paspampres Rudapaksa Prajurit TNI Wanita, Ternyata Suka Sama Suka dan Beberapa Kali

Baca juga: 16 Ribu Makanan Gratis Siap Dibagikan ke Warga di 2 Titik di Solo, Syukuran Pernikahan Kaesang-Erina

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Widoyono, inovasi terus dilakukan guna memberi layanan ke masyarakat tak terkecuali melalui dunia virtual.

Lewat teknologi tersebut, 160 jenis layanan dan 50 tenant yang ada di MPP Kota Semarang bisa diakses melalui dunia metaverse.

Dunia metaverse akan memudahkan masyarakat dalam hal pelayanan perizinan tanpa harus datang ke MPP.

"Tinggal duduk di rumah dan mengakses layanan tersebut, jadi tidak perlu repot-repot datang secara langsung ke MPP," katanya, Jumat (9/12/2022).

Dipaparkannya, hingga kini gagasan tersebut masih dalam pengembangan oleh tim IT yang dibentuk Pemkot Semarang.

Meski masih dalam pengembangan, Widoyono menargetkan sistem metaverse sudah bisa diakses masyarakat pada 2023.

Tak hanya melalui virtual 3D, layanan perizinan online di MPP juga bisa diakses masyarakat.

"Namun berbeda, kalau layanan online seperti biasa dan satu-persatu. Tapi melalui metaverse semua bisa diakses seperti dunia nyata, hanya saja dalam bentuk virtual 3D," katanya.

Adapun Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu berujar, perizinan melalui metaverse merupakan satu-satunya di Indonesia.

Metaverse dikembangkan karena memiliki potensi untuk menjadi platform baru untuk interaksi sosial, perizinan, perdagangan hingga hiburan.

Teknologi metaverse juga menjadi wujud program reformasi birokrasi untuk memantik penanaman investasi.

"Kami ingin memudahkan dalam hal perizinan, jadi masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke MPP. Untuk itu inovasi metaverse akan diterapkan di MPP," imbuh Plt Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita itu.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved