Berita Jepara

Pj Bupati Jepara Ajak Semua Pihak Beri Ruang Setara untuk Penyandang Disabilitas

Penyandang disabilitas di Kabupaten Jepara, berhak mendapatkan perlakuan yang sama.

Dok. Diskominfo Jepara
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta saat memperingati Hari Disabilitas dengan para penyandang disabilitas, di Pendopo RA Kartini, Jumat (9/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Penyandang disabilitas di Kabupaten Jepara, berhak mendapatkan perlakuan yang sama. Mereka juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah agar tidak diperlakukan diskriminatif.

Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyerukan kepada semua pihak, untuk terus memberikan ruang dan akses setara bagi penyandang disabilitas. Hal itu supaya kepercayaan diri serta kemandirian mereka bisa meningkat. 

Kepada seluruh masyarakat, Edy Supriyanta mengajak agar lebih peka terhadap insan berkebutuhan khusus. 

Sebab, penting bagi mereka memperoleh akses sebesar-besarnya dan setara. Jepara pun dia yakini bisa menjadi daerah ramah bagi disabilitas dalam semua konteks. 

 “Kami sangat berharap kita tidak boleh menjauh, harus memberikan ruang kepada teman-teman disabilitias. Kita sama, sesama makhluk Tuhan,” kata Edy Supriyanta saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional, Jumat (9/12/2022).

Ia mencatat, jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Jepara saat ini sebanyak 2.557 jiwa. Baik mental maupun fisik. Rinciannya, penyandang tunadaksa ada sebanyak 793 jiwa, tunagrahita 639 jiwa, disabilitas ganda 358 jiwa. Kemudian penyandang tunarungu ataupun wicara ada sebanyak 281 jiwa, tunanetra 256 jiwa, dan disabilitas mental 230 jiwa.

Edy Supriyanta menilai, peran lembaga dan organisasi peduli disabilitas telah berjalan baik, sehingga dapat memaksimalkan serta mengembangkan potensi mereka. Pemerintah pun, senantiasa mendorong upaya itu lewat berbagai program bantuan hingga kegiatan kemandirian. 

“Kami sangat matur nuwun kepada seluruh pengasuh disabilitas, sehingga mereka diberikan pengetahuan, ilmu agama, hingga keterampilan,” tuturnya.

Edy juga mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas. Sesuai dengan Perda Tentang Penyandang Disabilitas, perangkat daerah dan pengelola sektor-sektor publik untuk memberikan sarana dan akses memadai kepada penyandang disabilitas.

"Serapan tenaga kerja disabilitas di instansi pemerintah, BUMD dan swasta untuk terus ditingkatkan. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan bagi kalangan disabilitas harus diberikan prioritas," jelas Edy.

Melalui regulasi dan kebijakan serta melalui budaya masyarakat yang inklusif dan melalui kerjasama semua elemen, maka peningkatan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam pembangunan bisa dilakukan. Akses terbukanya layanan publik yang ramah disabilitas juga terus didorong.

"Pemberian akses ini bukan bentuk belas kasihan. Tetapi lebih pada kesamaan dan kesetaraan hak sebagaimana warga lainnya. Karena penyandang disabilitas harus memperoleh pendidikan yang layak serta kesempatan luas untuk berprestasi," ungkapnya.

Lebih lanjut Edy mendorong agar semua pihak berupaya keras menjadikan Jepara menjadi rumah yang semakin ramah, nyaman dan harapan bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya. 

"Mari sama-sama menjadikan Jepara kita ini menjadi tempat yang nyaman bagi para difabel," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di kota ukir itu juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada para penyandang disabilitas. Diantaranya kursi roda, walker, logistik pangan, kaki palsu hingga papan catur. Edy bahkan ikut bernyanyi bersama para penyandang disabilitas. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved