Breaking News:

Berita Semarang

Tawuran Antarpelajar di Semarang, Empat Siswa Diamankan Polisi, Pelaku Lain Diburu

Jajaran Polrestabes Semarang mengamankan empat siswa buntut penyerangan atau tawuran antarpelajar SMKN 10 Semarang dengan SMKN 3 Semarang.

Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: olies

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jajaran Polrestabes Semarang mengamankan empat siswa buntut penyerangan atau tawuran antarpelajar SMKN 10 Semarang dengan SMKN 3 Semarang. Polisi juga masih memburu pelajar lain yang terlibat dalam aksi tak terpuji itu.  

Empat siswa yang diamankan itu merupakan pelajar SMKN 10 Semarang, inisialnya, R, M, S dan M. Empat pelajar ini diamankan oleh polisi di rumahnya masing-masing. Keempat pelajar ini terekam kamera CCTV, ikut melakukan penyerangan terhadap siswa SMKN 3 Semarang, Kamis (8/12/2022) pukul 12.0 WIB.

Akibat penyerangan itu, Wika Wirawan siswa SMK N 3 Semarang mengalami luka sayatan.

Wakil Kasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Andriansyah Hasibuan mengatakan, polisi hanya butuh waktu enam jam untuk mengamankan empat pelajar yang ikut melakukan penyerangan di SMKN 3 Semarang.

"Empat pelajar yang kita amankan ini membawa senjata tajam ada yang berupa celurit, badik atau pisau," ujarnya saat ungkap kasus di Mapolrestabes Semarang, Jumat (9/12/2022).

Baca juga: Hasil Babak I Skor 1-3 PSIS Semarang Vs Borneo FC Liga 1, Fredyan Wahyu Cetak Gol Mahesa Jenar

Baca juga: Pengelola SPBU Tlogowungu Pati Diperas Dua Wartawan Gadungan, Minta Uang Rp 15 Juta

Baca juga: Ganjar - Erick Rajai Polling Capres-Cawapres 2024 Pilihan Masyarakat

Akibat aksi para pelaku, salah seorang siswa SMKN 3 Semarang bernama Wika Wirawan menjadi korban dan mengalami luka pada bagian punggung. Lukanya ada di belakang sekitar punggung, ada tujuh jahitan.

"Untuk sementara baru satu korban yang melapor," jelasnya

Andriyansyah menceritakan kronologi kejadian ini. 

"Korban saat itu rencana mau pulang lagi pesan ojek online. Sedang menunggu ojek online tahu-tahu ada serangan dari sekelompok pelajar dari SMKN 10," jelasnya.

Terkait peristiwa ini, keempat pelaku di kenai pasal 351 ayat 1 ke 1, dengan ancaman paling lama dua tahun delapan bulan dan pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat RI nomor 12 tahun 1951, dihukum dengan hukuman penjara setinggi tingginya sepuluh tahun.

"Karena ini adalah anak yang berhadapan dengan hukum, nanti pakai sistem peradilan anak. Nanti kita tetap koordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan), ini nanti sesuai peraturan undang-undang, kita melakukan diversi lebih awal dulu, kalau memang berhasil, itu harus dilaksanakan, kalau tidak nanti kita baru menjalankan sesuai undang-undang yang berlaku," terangnya.

Andriyansyah menyebut polisi masih memburu pelaku lainnya yang ikut melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Untuk pelaku penganiayaan sendiri kita sudah identifikasi dan lagi dalam pencarian dan mudah mudahan secepatnya pelaku penganiayaan kita dapat amankan," imbuhnya

"Dan saat ini kita mengimbau pihak sekolah untuk menghadirkan beberapa orang yang terekam di CCTV, nanti tidak menutup kemungkinan bertambah dari empat orang ini," tutupnya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved