Berita Tegal

Realisasi Investasi di Kabupaten Tegal Tahun 2022 Lebihi Target 

Investasi salah satu parameter penting dalam pertumbuhan ekonomi sebuah wilayah.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Dok. Humas Pemkab Tegal
Bangunan gedung kantor pelayanan terpadu satu pintu atau mal pelayanan publik (MPP) yang tengah dalam proses pengerjaan pada Jumat (9/12/2022). Rencananya MPP ini akan siap beroperasi melayani perizinan dan non perizinan publik paling lambat pertengahan tahun 2023. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Investasi menjadi salah satu parameter penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sebuah wilayah. Sebab dari investasi ini akan memberikan nilai tambah, meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja. 

Adapun realisasi nilai investasi Kabupaten Tegal yang berhasil dibukukan sepanjang Januari-November 2022 ini mencapai Rp 1,89 triliun, atau 146 persen dari nilai target Rp 1,3 triliun.

Informasi ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal, Kosim, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (9/12/2022). 

“Nilai investasi di Kabupaten Tegal tahun 2022 ini ditargetkan Rp 1,3 triliun. Namun sampai akhir November kemarin realisasinya sudah mencapai Rp 1,89 triliun, sehingga bisa dikatakan sudah melebihi target,” kata Kosim, pada Tribunjateng.com. 

Adapun dari realisasi nilai investasi tersebut, Rp 1,03 triliun atau 54,64 persen diantaranya berasal dari penanaman modal asing (PMA). 

Kemudian ditambah Rp 485,07 miliar atau 25,58 persen dari penanaman modal dalam negeri (PMDN), dan sisanya Rp 374,56 miliar atau 19,72 persen dari usaha mikro. 

Data tersebut, lanjut Kosim, bersumber dari laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) sampai dengan triwulan tiga.

Dari nilai total investasi tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 39.663 orang, terdiri dari 39.609 tenaga kerja Indonesia dan 54 tenaga kerja asing.

“Tahun ini masuk dua perusahaan besar PMA yaitu PT Shyang Hung Tah di Margasari, dan PT Adonia Footwear Indonesia di Lebaksiu. Keduanya bergerak di bidang produksi sepatu berbasis industri padat karya,” jelas Kosim.

Dari kedua investasi berskala besar tersebut, Kosim menuturkan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 13.321 orang dengan menerapkan sistem upah minimum kabupaten (UMK). 

Sehingga dari sini tentunya akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tegal.

Kosim menambahkan, meski realisasi investasinya telah tercapai target, pihaknya tetap akan terus bekerja menarik investor masuk, baik asing maupun dalam negeri, sekalipun situasi perekonomian saat ini sedang dihadapkan pada ancaman resesi global.

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 dan situasi keuangan global yang sedang tidak menentu cukup berpengaruh pada pertumbuhan usaha dan investasi, sekalipun kebijakan instrumen insentif dan kemudahan berusaha sudah banyak ditawarkan.

“Arus modal dari masuknya investasi ini memainkan peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga di tengah situasi sulit ini investor jadi rebutan banyak daerah,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved