Berita Semarang

Wayang Kolaborasi Raih Penghargaan Rekor Buku dan Penulisan Pantun Konservasi Unnes Terbanyak

Wayang kolaborasi raih penghargaan Rekor Buku dan Penulisan Pantun Konservasi Unnes.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Wayang kolaborasi yang diadakan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) memperoleh penghargaan Rekor Buku dan Penulisan Pantun Konservasi Unnes Terbanyak sebanyak 10.000 pantun dan acara kolaborasi wayang orang, wayang kulit, drama, band, dan pentas seni di Kampung Budaya Kawasan Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang pada Jumat (2/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wayang kolaborasi yang diadakan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) memperoleh penghargaan Rekor Buku dan Penulisan Pantun Konservasi Unnes Terbanyak.

Rekor 10.000 pantun dan acara kolaborasi wayang orang, wayang kulit, drama, band, dan pentas seni di Kampung Budaya Kawasan Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang pada Jumat (2/12/2022).

Pada momen tersebut, Rektor Unnes Prof. Dr. Martono memerankan Prabu Kresna bersama dengan Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Unnes Prof. Heri Yanto memerankan Raden Setyaki.

Pada pementasan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Unnes Prof. Zaenuri memerankan Bathara Bargawa, Dr. Ngabiyanto memerankan Bathara Janaka, dan Dekan Fakultas Teknik (FT) Unnes Prof. Nur Qudus memerankan Bathara Kanwa, dan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes Dr. Sri Rejeki Urip.

Wayang kolaborasi yang diadakan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) memperoleh penghargaan Rekor Buku dan Penulisan Pantun Konservasi Unnes Terbanyak sebanyak 10.000 pantun dan acara kolaborasi wayang orang, wayang kulit, drama, band, dan pentas seni di Kampung Budaya Kawasan Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang pada Jumat (2/12/2022).
Wayang kolaborasi yang diadakan oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) memperoleh penghargaan Rekor Buku dan Penulisan Pantun Konservasi Unnes Terbanyak sebanyak 10.000 pantun dan acara kolaborasi wayang orang, wayang kulit, drama, band, dan pentas seni di Kampung Budaya Kawasan Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang pada Jumat (2/12/2022). (Tribun Jateng/Amanda Rizqyana)

Di sela pementasan, Prof. Martono menyatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka Bulan Bahasa dan Seni (BBS) yang selama ini secara rutin digelar Unnes setiap tahunnya.

"Kali ini kita mengusung konsep alam konservasi melibatkan seluruh unsur dari mahasiswa, dosen, tendik (tenaga kependidikan, red), dan masyarakat," ujarnya pada Tribun Jateng.

Prof. Martono menambahkan, pihaknya juga menyusun buku yang berisi 10 ribu pantun berbasis konservasi.

Atas capaian kegiatan yang menginspirasi tersebut, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan penganugerahan penghargaan rekor buku dan penulisan pantun konservasi Unnes terbanyak.

Ketua Umum Leprid Paulus Pangka menganugerahkan pada Prof. Martono selaku inspirator, Dr. Sri Rejeki Urip selaku fasilitator, Ketua Panitia Penyelenggara Asep Purwo Yudi Utomo, M.Pd., selaku inisiator, Panitia Penyelenggara selaku pelaksana, dan civitas akademika Unnes selaku partisipan.

"Ini adalah penghargaan ke 45 Leprid kepada Unnes dan kami menilai Unnes saat ini mampu menciptakan prestasi-prestasi rekor yang bereputasi internasional," ungkap Paulus.

Ia menambahkan, prestasi bereputasi internasional satu di antaranya dalam rangka BBS telah berhasil menciptakan rekor penulisan pantun sebanyak 10.000 pantun yang bertema konservasi.

"Tak hanya itu, Unnes juga menyajikan suatu pertunjukkan spektakuler dengan wayang kolaborasi yang melibatkan sejumlah unsur mahasiswa, dosen dan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Peringati Hari Wayang Nasional, PBSD UPGRIS Gelar Dialog Budaya Peneladanan Nilai-Nilai Pewayangan

Baca juga: 1.890 Sinden dan Puluhan Dalang Ramaikan Peringatah Hari Wayang Nasional di Karanganyar

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved