Berita Karanganyar

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Karanganyar 2023 Hanya Urea dan NPK, Petani Diharapkan Menyesuaikan

Kabupaten Karanganyar hanya dapatkan dua alokasi pupuk bersubsidi yakni urea dan NPK.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Ilustrasi. Petani menyemprotkan cairan untuk mengatasi hama pada tanaman cabai di wilayah Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kabupaten Karanganyar hanya mendapatkan dua alokasi pupuk bersubsidi yakni urea dan NPK pada 2023 mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Siti Maesaroh menyampaikan, alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat tahun 2023 berbeda dengan tahun ini. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada para petani khususnya di Kabupaten Karanganyar supaya berinovasi dengan membuat pupuk organik maupun membeli pupuk non-subsidi.

"Hanya urea dan NPK (yang mendapatkan subsidi), jadi yang TS dan ZA tidak ada subsidi. Jumlah kebutuhan urea kita 25 ribu ton, disubsidi 18 ribu ton. NPK butuhnya 35 ribu ton disubsidi 9.500 Kg. Memang di bawah kuota kebutuhan petani. Untuk itu mohon bersabar ada alternatif beli non subsidi atau membuat sendiri pupuk organik," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (15/12/2022).

Dia menuturkan, kebijakan kaitannya dengan alokasi pupuk bersubsidi tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Sesuai aturan, petani yang dapat membeli pupuk bersubsidi harus memiliki kartu tani. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada pemilik kios yang menjual pupuk bersubsidi nantinya tidak menjual pupuk bersubsidi ke luar area.

Apabila nantinya ada kuota pupuk bersubsidi yang masih tersisa di kabupaten/kota lain, lanjut Siti, dinas dapat berkoordinasi dengan pemprov untuk realokasi pupuk bersubsidi.

"Di kabupaten lain tidak habis bisa kita minta ke Karanganyar, kita koordinasi dengan provinsi. Di wilayah kecamatan juga bisa begitu, di kecamatan yang masih sisa dapat dialokasikan ke kecamatan lain yang membutuhkan," ucapnya.

Dia menerangkan pupuk bersubsidi hanya dapat digunakan untuk 9 komoditas pertanian yakni padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kakao, tebu dan kopi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved