Berita Karanganyar

Jokowi Bakal Punya Rumah Pensiun di Colomadu Karanganyar, Warga: Senang Jadi Aman

Rumah negara bagi Presiden Jokowi ketika telah purna tugas yang berlokasi di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dis

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Rumah negara bagi Presiden Jokowi ketika telah purna tugas yang berlokasi di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah disambut baik warga sekitar.

Dari pantuan di lokasi, lahan yang nantinya bakal menjadi lokasi rumah negara bagi Jokowi berada di pinggir Jalan Adi Sucipto. Lahan tersebut berada di Desa Blulukan.

Kondisi lahan tersebut saat ini masih kosong dan terlihat banyak tumbuh rumput. Di sisi lain, plakat bertuliskan "DILARANG MENDIRIKAN BANGUNAN di DEPAN SEPANJANG AREA TANAH INI" terpasang di lokasi.

Warga sekitar Agus Purwanto (43) menyambut baik dengan adanya kabar bahwa lahan kosong yang berada di dekat rumahnya akan dibangun rumah bagi presiden.

Rumah milik Agus yang berada di Desa Gajahan dengan lahan bakal lokasi rumah negara atau rumah pensiun bagi Presiden Jokowi terpisah aliran sungai kecil.

"Nanti kalau dibangun, apalagi tempatnya presiden, penjagaan lebih aman. Warga sekitar juga aman," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (17/12/2022) siang.

Dia menceritakan, petugas pengukur lahan telah mendatangi lokasi tersebut beberapa bulan lalu. Di sisi lain lahan tersebut sudah laku terjual.

Terkait harga jual tanah tersebut, lanjutnya, tidak mengetahui persis berapa nominalnya.

"Pastinya juga saya kurang tahu, cuma orang bilang sudah laku, laku per meternya Rp 7 juta," ucapnya.

Camat Colomadu, Sriyono Budi Santoso mengatakan, luasan lahan apabaila dilihat dari lokasinya sekitar 3.000 meter persegi hingga 6.000 meter persegi.

Menurutnya apabila nantinya Jokowi tinggal di wilayah tersebut ketika sudah purna tugas tentu akan membawa berkah tersendiri.

Saat ditanya terkait harga tanah di sekitar Jalan Adi Sucipto, terangnya, berkisar Rp 6 juta hingga Rp 10 juta per meter persegi. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved