Berita Sukoharjo

Wujudkan Tertib Arsip, Pemkab Sukoharjo Canangkan GNSTA

Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) baru-baru ini meluncurkan Aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Din

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Istimewa
Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, aplikasi Srikandi merupakan bentuk penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang merupakan hasil kolaborasi empat instansi atau kementerian. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) baru-baru ini meluncurkan Aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA). 

Menurut Kepala Disarpus Sukoharjo, Sumarno, di era perkembangan teknologi sistem kearsipan, khususnya di bidang pemerintahan di lingkungan Pemkab Sukoharjo perlu dialihkan. 

Dari sebelumnya pengarsipan dilaksanakan secara manual (kertas) diubah ke bentuk digital atau online. Penerapan sistem ini sesuai dengan kebijakan dari pemerintah pusat.


Perubahan sistem tersebut, menurut dia, membantu OPD dan pemerintah terkait dalam kerja pengarsipan. 


"Sebab banyak dokumen dimiliki OPD termasuk Pemkab Sukoharjo yang perlu diarsipkan,” ujarnya, Sabtu (17/12/2022) 


Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam bentuk aplikasi Srikandi sangat penting dan dibutuhkan dalam pengelolaan arsip daerah. 


Termasuk di lingkungan OPD. Sistem digital diterapkan seiring kemajuan teknologi dan menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, aplikasi Srikandi merupakan bentuk penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang merupakan hasil kolaborasi empat instansi atau kementerian.

Empat instansi tersebut yakni Kemenpan-RB sebagai pembuat regulasi dan koordinasi, ANRI sebagai penyusun proses bisnis dan data/informasi pengelolaan arsip dinamis, Kominfo sebagai pengembangan aplikasi dan penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai pengamanan aplikasi dan sertifikasi elektronik.


Pelayanan SPBE dilakukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. 


"Hal ini juga dapat memangkas biaya dan waktu, membasmi korupsi pelayanan, dan mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif,” ujarnya.


Pemerintah harus beradaptasi dengan teknologi digital untuk bisa memperkuat ketepatan dan keakuratan data kearsipan menjadi lebih baik. 


Ia berharap Aplikasi Srikandi ini dapat menjadi lompatan besar bagi Kabupaten Sukoharjo dalam mewujudkan e-government berbasis teknologi, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel. 


"yang keseluruhannya bermuara pada pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya,” lanjutnya.

 

Selain meluncurkan Srikandi, Pemkab Sukoharjo juga mencanangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo.


Ini merupakan upaya untuk membangun kesadaran terhadap pentingnya mengelola arsip, khususnya yang terkait dengan birokrasi pemerintahan. Dengan begitu semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sukoharjo diharapkan sadar tertib arsip.(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved