OPINI
OPINI Aloys Budi Purnomo Pr : Natal dalam Ruang Publik Berbangsa
Setiap tanggal 25 Desember, umat Kristiani merayakan Natal, kenangan atas kelahiran Yesus Kristus. Perayaan Natal dilangsungkan baik secara liturgis
Oleh Dr. Aloys Budi Purnomo
Pengajar Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata
Setiap tanggal 25 Desember, umat Kristiani merayakan Natal, kenangan atas kelahiran Yesus Kristus. Perayaan Natal dilangsungkan baik secara liturgis peribadatan maupun secara sosiologis karitatif melalui berbagai kepeduliaan terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan kita. Dalam konteks itulah, Natal harus dirayakan dalam ruang publik berbangsa.
Pada dasarnya, momentum Natal yang setiap tahun dirayakan umat Kristiani sedunia tak lepas dari ruang publik hidup bersama.
Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Natal erat terkait dengan ruang publik berbangsa. Inilah yang bisa direnungkan pada Natal tahun ini. Salah satu pesan yang disampaikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI – representasi Katolik) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI – representasi Protestan) dalam pesan Natal 2022 dapat direfleksikan dalam perspektif tersebut.
Menurut pesan Natal KWI-PGI, untuk mewujudkan spirit Natal, umat Kristiani wajibmenopangsemangat Bhinneka Tunggal Ika “dengan sikap saling memahami, menerima, mendengarkan, dan menghargai kawan seperjalanan yaitu seluruh warga bangsa kita.” Oleh sebab itu, berbagai pikiran negatif dan prasangka burukharus diretas dan dibuang dari diri setiap pribadi warga bangsa Indonesia.
Budaya Bersaudara
Untuk menghayati spirit Natal dalam ruang publik berbangsa, aspek liturgis Natal harus diimplementasikan dan dikembangkan dalambudaya hidup damai dan bersaudara.KWI-PGI menegaskan, kasih Allah bisa diwartakan dengan kesediaan menjadi teman dan sahabat bagi saudari-saudarakita yang menjadi korban pelecehan seksual, peredaran obat-obat terlarang, pemutusan hubungan kerja, diskriminasi, bencana alam, dan berbagai bentuk ketidakadilan lainnya.
Kasih Allah yang hadir dalam peristiwa Natal memanggil kita untuk peduli pada sesama yang sedang menderita, karena apa yang kita lakukan untuk saudara-saudari kita yang sedang menderita atau mengalami kehinaan, kita lakukan juga untuk Allah (bdk. Mat. 25:40).”
Budaya bersaudara tanpa diskriminasi berlandaskan iman yang teguh dan kasih yang tulusdalam bingkai spirit Natal dapat diwujudkan dalam berbagai gerakan. Pertama,bersama-samasemua orang yang berkehendak baik, kitadapat menumbuhkan harapan dan semangat saudari-saudarakitadalammelangkah dan berjuang meraih mimpi-mimpi yang mungkin telah hilang.
Di era post-truth, ketika satu terhadap yang lain dicekam prasangka buruk, mimpi untuk membangun budaya bersaudara merupakan kemendesakan yang tak bisa ditunda.
Kedua, di tengah berbagai pergumulan sosial, politik, kemasyarakatan, kita dituntut untuk berani berpihak kepada para korban ketidakadilan dan kekerasan sebagai jalan kasih.
Ketika masih banyak orang hanya hadir sebagai pendengar dan penonton saat sesamanya menderita, atau sengaja menutup mata agar hidupnya tetap aman dan nyaman, kita dipanggil untuk bangkit bergerak bersama mereka yang berjuang meraih keadilan dan kesejahteraan.
Untuk mendorong hal ini, KWI-PGI mengutip teladan orang Samaria yang tergerak oleh belas kasih untuk menolong korban perampokan (bdk. Luk.10:25-37). Harapannya, teladan tersebutdapatdihidupkan dan diwujudkan dalam keseharianhidupkita.
Kasih Sejati
Secara teologis, Natal merupakan perayaan kasih sejati yang dianugerahkan Allah kepada manusia (bdk. Yohanes 3:16). Itulah sebabnya,kehadiran Sang Kasih Sejati yang menyelamatkanumat manusia tanpa diskriminasiseharusnyaterus-menerusdiwartakandalam kehidupan bersama.
Dalam konteks ini, KWI-PGI menegaskan “Berbagai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai karya manusia seharusnya dimanfaatkan untuk memuliakan Allah dengan membangun tata kehidupan bersama yang penuh kasih.
Media sosial sebagai bagian dari kemajuan ini menawarkan jalan-jalan menarik untuk mewartakan kasih Allah.”
Kasih sejati semestinya diwujudkan melalui berbagai cara. Misalnya, kita semua ditantang untuk beranimenuliskangagasan, wacana,pendapat, renungan, dan kotbah yang menyejukkan dan mendamaikan hati banyak orang.Secara konkret, KWI-PGI berpersan, agar “Kita mengunggah foto-foto tentang keindahan hidup bersama di tengah aneka perbedaan atau membuat film-film pendek yang menginspirasi orang untuk peduli kepada orang lain serta alam sekitarnya.”
Dengan cara itu, kitasemuamengisi ruang publikberbangsadengan kesejukan dan kedamaian guna menyebarluaskan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, kesederhanaan, dan kebersamaan.Kasih sejati yang melandasi budaya bersaudara dalam ruang publik berbangsa diwujudkan dengan caraberani melawan ujaran kebencian dan berita bohong yang dapat merusak kerukunan hidup bersama.
Menurut KWI-PGI,Nataldalam ruang publik berbangsa “menginspirasi kita untuksemakin bijak dan cerdas dalam bermedia sosial, semakin kreatif dalam mewartakan kasih, semakin setia dalam memegang nilai-nilai moral dan etika di dunia maya, sehingga kasih Allah semakin terpancar dan damai sejahtera semakin nyata. Jalan-jalan kreatif yang ditawarkan oleh media sosial sudah sepantasnya kita manfaatkan sebagai sarana pewartaan sehingga mampu menggerakkan banyak orang untuk menjadi duta-duta kasih dan pelopor perdamaian di masyarakat.”
Berkat Natal,Allah Sang Kasih selalu beserta kita.Penyertaan-Nya selalukitarasakandalam keadaan apa pun (bdk. Ibr. 13:5), sehingga kaki kita tidak pernah goyah (bdk. Mzm. 121:3) dalam mencari dan menemukan jalan-jalan kreatifuntuk mewujudkan spirit Natal dalam ruang publik hidup berbangsa.Karya keselamatan Allahpundapat dirasakan sebanyak mungkin orang.Selamatmenyambut dan merayakan Hari Natal2022. [*]
Baca juga: Chord Kunci Gitar Kudu Misuh Pak No ft Pak Ndut Woko Channel
Baca juga: Viral Perampokan di Lampu Merah yang Ramai Saat Siang Bolong, Sopir Truk dan Kernet Truk Jadi Korban
Baca juga: KPU Kota Tegal Sosialisasikan Syarat Calon Perseorangan DPD Jateng, Minimal 5.000 Pendukung
Baca juga: Pemkab Batang Diganjar PDSD Award Kategori Penguat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aloys-budi-purnomo.jpg)