Wonosobo Jadi Kantong Pekerja Imigran, Disnakertrans Gelar Sosialisasi Tata Cara Migrasi Aman

Disnakertrans Kabupaten Wonosobo menggelar Tata Cara Migrasi yang Aman Bagi CPMI.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: sujarwo
Tribunjateng.com/Imah Masitoh
Kegiatan Sosialisasi Cara Migrasi yang Aman Bagi CPMI dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Selasa (20/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Disnakertrans Kabupaten Wonosobo menggelar Tata Cara Migrasi yang Aman Bagi CPMI dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Selasa (20/12/2022).

Kegiatan ini merupakan yang ketujuh kali, setelah sebelumnya telah digelar di seluruh desa/kelurahan di Wonosobo, mengingat Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu daerah yang terdapat banyak pekerja migran. 

Kepala Disnakertrans Kabupaten Wonosobo Prayitno mengatakan, sosialisasi kali ini diikuti oleh para admin desa/kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Wonosobo

"Kegiatan hari ini putaran terakhir dimana desa dan kelurahan di Kabupaten Wonosobo semuanya mendapatkan sosialisasi ini," ungkapnya. 

Menurutnya seorang admin desa/kelurahan perlu mendapatkan sosialisasi ini untuk dapat mencermati berbagai persoalan terkait dengan pekerja migran.

Kegiatan Sosialisasi Cara Migrasi yang Aman Bagi CPMI dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Selasa (20/12/2022).
Kegiatan Sosialisasi Cara Migrasi yang Aman Bagi CPMI dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Selasa (20/12/2022). (Tribunjateng.com/Imah Masitoh)

Seorang admin diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan dokumen, yang nantinya dapat merugikan. 

"Beberapa hal yang harus dicermati oleh pekerja migran di berbagai negara dan persoalannya, utamanya tentang penempatan nantinya," tambahnya. 

Hal ini juga menjadi penting untuk mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang bisa saja terjadi. 

Ada beberapa wilayah di Wonosobo yang terdapat banyak pekerja migran seperti Kecamatan Wadaslintang, Kaliwiro, Leksono, Sukoharjo, dan Watumalang. 

Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menginginkan kegiatan ini akan terus berlanjut untuk dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. 

"Masyarakat harus paham, banyak risiko yang harus ditanggung pekerja migran. Admin ini menjadi pembuka jendela masyarakat, karena menjadi tumpuan pertanyaan dari masyarakat," ungkapnya. 

Wabup Albar mengingatkan perlunya para pekerja migran untuk dapat menguasai bahasa guna kelancaran komunikasi di tempatnya bekerja. 

"Saya ingin Wonosobo ada kampung bahasa seperti di Pare, sehingga bisa mendidik orang banyak dengan bahasa. Setidaknya ada 3 bahasa yang harus dikuasi pekerja migran yaitu Inggris, Arab, dan Mandarin," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved