Berita Pati

Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Memadai saat Nataru, Henggar Ingatkan Soal Sesiapsiagaan Bencana

Henggar sebut ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat jelang Nataru memadai.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Rapat Koordinasi (Rakor) Ekonomi, Keuangan, dan Industri Daerah (Ekuinda) yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Kamis (22/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengatakan, ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) mendatang dalam kondisi memadai.

Hal itu ia utarakan usai mendengarkan paparan dari Dinas Pertanian (Dispertan), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Badan Urusan Logistik (Bulog), PLN, dan Pertamina.

Paparan tersebut disampaikan dalam forum Rapat Koordinasi (Rakor) Ekonomi, Keuangan, dan Industri Daerah (Ekuinda) yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Kamis (22/12/2022).

Rakor Ekuinda ini digelar sebagai persiapan menyongsong momen libur Nataru mendatang.
 
"Terkait ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, dilaporkan posisi sampai masa libur Natal dan Tahun Baru kondisinya sangat mantap, tidak ada masalah. Dari komoditas pertanian juga tidak ada masalah, persediaan daging malah kita surplus, bisa menyuplai ke beberapa daerah di Jawa Barat, Jakarta, dan tempat lain," kata dia.

Demikian pula stok kebutuhan pokok Bulog, Henggar mengatakan bahwa tidak ada masalah.

"Dari Pertamina juga. Yang jelas kuota untuk BBM bersubsidi di daerah kita tidak ada masalah termasuk juga ketersediaan LPG. Listrik PLN juga tidak ada masalah," ujar dia.

Namun demikian, Henggar menegaskan bahwa bukan hanya sektor kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipersiapkan.

Antisipasi kebencanaan juga harus dipersiapkan. Terlebih, jelang momen Nataru, curah hujan mulai tinggi.

"Kita tetap diminta untuk siaga bencana. BPBD tetap diminta siaga," kata dia.

Yang tidak kalah penting, lanjut Henggar, adalah mempertahankan kondusivitas, ketenteraman, ketertiban, serta keamanan di wilayah.

Terutama pada malam tahun baru, di mana masyarakat biasanya mengadakan kegiatan yang bersifat keramaian.

"Keramaian di malam tahun baru menimbulkan potensi kerawanan. Jangan sampai menimbulkan suatu konflik. Tapi bukan berarti kita tidak membolehkan adanya keramaian. Muspika (Forkopimcam) harus mengawasi kegiatan, barangkali ada perayaan tahun baru, harus benar-benar diawasi. Terutama terkait larangan bermain petasan. Kalau kembang api masih diperbolehkan," papar Henggar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved