Berita Semarang
Pengacara Keluarga Anggap Pengungkapan Kasus Pembunuhan Iwan Boedi Terkesan Lambat
Pengungkapan kasus pembunuhan ASN Bapenda Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi di kawasan Marina tergolong lambat.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG-Pengungkapan kasus pembunuhan ASN Bapenda Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi di kawasan Marina tergolong lambat.
Hal itu diutarakan oleh pengacara keluarga Paulus Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan saat dihubungi tribunjateng.com, Kamis (29/12/2022).
Yunantyo mengatakan keluarga korban mengharapkan polisi mengungkap kasus pembunuhan. Selama ini kendala yang dihadapi dalam penyelidikan tidak terbukanya saksi saat memberikan keterangan.
" Sejauh ini yang mengetahui adalah penjaga portal. Tapi dia belum mau ngomong," tuturnya.
Pihaknya berharap polisi bisa memperoleh saksi lainnya untuk mengkonfrontir saksi tersebut. Hal ini agar kasus pembunuhan bisa terungkap.
"Jadi bisa mencari saksi mahkota yang saksi itu sekaligus pelaku. Cuma ini belum ngomong," imbuhnya.
Menurutnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga belum mampu mendorong saksi untuk berbicara tanpa tekanan.
Adanya keterangan saksi tersebut diharapkan akan ada saksi-saksi lain yang mengetahui kejadian itu lebih jauh.
" Jadi dari saksi ini belum diperoleh saksi lain yang turut serta kejadian itu, Saksi merasa terancam dan takut. Jadi bagaimana membuat dia tidak terancam dan takut ini tugas kepolisian dan LPSK juga," ujarnya.
Baginya polemik adanya permintaan perlindungan LPSK dari pihak lain dianggap sangat membuang waktu. Pihaknya meminta LPSK dapat membantu saksi itu agar terbuka.
"Mungkin ada tekanan dari pihak lain. Kalau dia ngomong sebenarnya. Nah itu perlu bantuan. Itulah yang harus diatasi," imbuhnya.
Sebenarnya, Kompolnas telah menjembatani LSPK dan polisi. Namun hingga saat ini belum ada titik temunya.
"Oleh sebab itu kami mencoba membantu untuk berbicara dengan LPSK," tuturnya.
Ia menganggap pengungkapan kasus pembunuhan Iwan Boedi terkesan sangat lambat. Proses yang dilakukan sangat bertele-tele dan berlarut-larut.
"Keluarga ya bisa stres juga. Kami nunggu sampai kapanpun. Apa yang bisa kami bantu ya kami bantu," tandas dia. (*)
Baca juga: BREAKING NEWS: Tanggul Laut di Pantai Marina Semarang Jebol
Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Fuso Muatan Springbed dan 2 Forklift Terbakar di Jalan Sayung Demak
Baca juga: Danrem 074/Warastratama Tanam Pohon di Bantaran Sungai Bengawan Solo, Termasuk Wilayah Karanganyar
Baca juga: Kasat Polair Polres Tegal Imbau Pengunjung Wisata Pantai untuk Waspada dan Berhati-hati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lpsk-kunjungi-lokasi-pembunuhan-di-semarang.jpg)