Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kans Artis Nyaleg Tetap Besar

Meski masih berpotensi,kalangan selebriti harus punya bekal untuk berkontestasi di pileg 2024.

Editor: Vito
istimewa/kolase instagram
Sejumlah artis yang direncanakan akan menjadi caleg pada 2024. Diantara artis yang akan melaju, ada yang sebelumnya gagal. Ahmad Dhani hingga Nafa Urbach. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS), Agung Baskoro mengatakan, fenomena artis menjadi caleg hingga saat ini masih relevan.

Hal itu mengingat popularitas yang dimiliki selebriti jadi modal besar untuk mendulang suara.

Meski masih berpotensi, menurut dia, kalangan selebriti harus punya bekal untuk berkontestasi di pileg 2024.

“Pertama, mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar saat terpilih tak shock culture sebagai pejabat publik,” ucapnya.

Kedua, Agung menyatakan, para selebriti yang maju di pileg harus membangun komunikasi dan koordinasi dengan struktur partai dan fraksi saat sebelum terpilih selama masa kampanye dan ketika sudah terpilih.

Kemudian yang ketiga, artis yang hendak menjadi caleg juga perlu melibatkan konsultan politik, merekrut tim sukses yang berpengalaman, serta membangun struktur relawan yang solid.

Di sisi lain, parpol yang akan menjadi rumah dari artis yang menjadi caleg itupun harus membekali kandidatnya dengan baik. hal itu mengingat latar belakang artis yang berbeda dengan politisi.

“Partai yang menjadi habitatnya mesti mempersiapkan mereka dengan baik dari segi pengetahuan, keterampilan, dan lingkungan kerja yang kondusif bagi mereka untuk mengembangkan pengalamannya," tuturnya.

"Artinya, setelah mereka dilatih, maka fase berikutnya mereka mesti sudah diarahkan untuk siap menempati komisi-komisi yang ada di DPR yang sesuai dengan potensinya,” sambungnya.

Agung mengungkapkan, narasi ‘masyarakat semakin cerdas’ tidak terlalu mempengaruhi perolehan suara artis dalam pileg 2024. Menurutnya, kans artis tetap besar untuk melenggang ke Senayan.

“Karena pemilih kita masih dalam proses transisi dari pemilih emosional menuju ke pemilih rasional,” ujarnya.

Faktor itu pulalah yang dimanfaatkan parpol untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya dari kalangan artis.

“Celah ini dibaca dengan baik oleh partai-partai untuk menjadikan mereka vote getter,” ucap Agung. (Tribun Network)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved