Berita Blora

Didanai Pusat Rp 1 T, Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko Akan Berdampak pada 5 Desa di Blora

Sempat tertunda pembangunannya karena refocusing anggaran saat pandemi Covid-19, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air

Penulis: ahmad mustakim | Editor: Catur waskito Edy
Humas Prokopim Blora
Bupati Blora Arief Rohman bersama Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat mengikuti rakor yang dipimpin oleh Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono di Jakarta, pada Selasa (3/1/2023). (Dok. Humas Prokopim Blora) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Sempat tertunda pembangunannya karena refocusing anggaran saat pandemi Covid-19, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) memastikan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di perbatasan Blora, Jawa Tengah, dan Bojonegoro, Jawa Timur akan dilanjutkan.

Ditjen SDA Kementerian PUPR mengundang sejumlah lembaga Kementerian dan pimpinan daerah untuk rapat koordinasi, di Jakarta, pada Selasa (3/1/2023).

Bupati Blora Arief Rohman bersama Bupati Bojonegoro Anna Muawanah pun tampak hadir mengikuti rakor yang dipimpin oleh Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono.

Kemudian Kepala BBWS Bengawan Solo, Rektor UGM Yogyakarta, hingga perwakilan KLHK, dan Kementerian ATR/BPN.

Airlangga Mardjono memastikan, pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan dilanjutkan. Apalagi sudah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). 

"Sehingga pembangunan harus dilanjutkan. Kami berharap proses pembebasan lahannya bisa mulai dilakukan tahun 2023 ini sehingga sesuai timeline nantinya pembangunan konstruksi bisa dimulai 2024 dan target selesai 2027," ungkap Airlangga Mardjono.
 
Pihaknya meminta BBWS Bengawan Solo, bersama Pemprov Jateng, Pemprov Jatim, Pemkab Blora, dan Pemkab Bojonegoro segera menetapkan luasan total lahan terdampak yang harus dibebaskan dan menyusun tahapan pembebasan lahannya melalui beberapa skema.
 
"Ini sangat komplek, ada tanah hak milik, ada tanah Perhutani, ada tanah wakaf, tanah desa dan lainnya. Harus dipetakan dengan baik agar nantinya bisa disosialisasikan kepada masyarakat dengan baik pula tanpa menimbulkan polemik," jelas Airlangga Mardjono.

"Kita harus mendukung PSN Bendung Gerak Karangnongko ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," tambah Airlangga Mardjono.
 
Bupati Blora Arief Rohman menyatakan Pemkab Blora siap mendukung PSN tersebut. 

Pihaknya bersyukur adanya Bendung Gerak Karangnongko yang nantinya bisa bermanfaat untuk irigasi pertanian, penyediaan air bersih, peningkatan air muka tanah, dan pengurangan potensi banjir wilayah hilir. 

Pasalnya selama ini Blora bagian Selatan ketika kemarau sering kekeringan.
 
Bupati Arief Rohman meminta bantuan agar proses pembebasan lahan bisa dikawal bersama dan disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.
 
"Beda dengan Bojonegoro, wilayah terdampak lebih banyak kawasan hutan. Sedangkan di Blora banyak pemukiman penduduk yang terdampak. Sehingga harus diperhitungkan betul," ungkap Arief Rohman. 

"Setidaknya ada 5 Desa yang nantinya terdampak genangan. Kita minta datanya yang pasti untuk dasar kita melaksanakan sosialisasi di bawah.

Akan kita gandeng Forkopimda untuk turun bersama," ungkap Arief Rohman. 
 
Lima desa yang akan terdampak pembangunan Bendung Gerak Karangnongko tersebut diantaranya, Desa Mendenrejo, Desa Ngrawoh, Desa Nginggil, Desa Nglebak, dan Desa Megeri. Semuanya berada di wilayah Kecamatan Kradenan.
 
"Perhitungan awal untuk area genangan wilayah Blora seluas 363,49 Ha. Sedangkan area tapak Bendung ada 22,58 Ha (wilayah hutan KHDTK Getas UGM Yogyakarta)," terang Arief Rohman. 
 
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menyampaikan, dokumen surat menyurat untuk mendukung perizinan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko telah disiapkan. 

Pihaknya juga siap membantu kelancaran pembebasan lahannya.
 
"Pada dasarnya Bojonegoro siap. Surat menyurat, perizinan juga telah kita buat. Kami berharap Juni nanti bisa mulai tender. Kami siap membantu," ujar Anna Muawanah. 
 
Tidak hanya untuk Blora dan Bojonegoro saja. Jika proyek ini berhasil, keberadaannya juga akan bermanfaat untuk Kabupaten Ngawi dan Tuban. 

Sebagai bentuk dukungan sinergi pembangunan kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dari Pemerintah Pusat. 

Diperkirakan proyek ini akan didanai APBN Pusat dengan nilai Rp 1 triliun lebih. (kim)

Baca juga: Chord Kunci Gitar Pergilah Adinda Element

Baca juga: Warga Sekopek Berharap Pelaku Pembuangan Bayi di Mijen Segera Terungkap

Baca juga: Ini 6 Weton Istimewa Menurut Ramalan Primbon Jawa

Baca juga: Ratusan Warga Dorang Jepara Terdampak Banjir Alami Gatal-gatal

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved