Survei Indikator Catat Elektabilitas Ganjar Tertinggi
Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 35,8 persen dalam simulasi tiga nama bakal capres, bersama Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia terkini menunjukkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menempati posisi teratas elektabilitas bakal calon presiden (capres) 2024.
Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 35,8 persen dalam simulasi tiga nama bakal capres. "Ini tiga nama, Anies, Ganjar, Prabowo. Ini polanya," kata Direktur
Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam rilis survei yang ditayangkan di akun Youtube Indikator Politik Indonesia, Rabu (4/1).
Menurut dia, elektabilitas nomor dua dimiliki Anies Baswedan sebesar 28,3 persen. Kemudian, elektabilitas nomor tiga diduduki oleh Prabowo Subianto sebesar 26,7 persen.
Burhanuddin mengatakan, tren elektabilitas Ganjar dan Prabowo mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam survei terkininya, Indikator menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi naik dari November sebesar 66,2 persen menjadi 71,3 persen pada Desember 2022.
"Jadi, kita bisa simpulkan dari sini, ketika aproval presiden naik di bulan Desember, yang meningkat elektabilitasnya Ganjar dan Prabowo, yang turun elektabilitasnya Anies," jelas Burhauddin.
Elektabilitas Anies dalam survei itu mengalami penurunan dari periode sebelumnya, yaitu November 32,2 persen menjadi 28,3 persen.
"Elektabilitas Anies meningkat ketika approval presiden turun. Pada bulan November approval presiden drop dari 70 ke 66 (persen), elektabilitas Anies meningkat," tutur Burhanuddin.
Sebagai informasi, survei Indikator Politik Indonesia itu dilakukan pada 1-6 Desember 2022. Jumlah sampel yang digunakan dalam survei sebanyak 1.220 orang. Responden terpilih diwawancarai secara tatap muka.
Senada, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menilai, kinerja Presiden Jokowi yang meningkat memberikan dampak elektoral pada partai pendukungnya.
Sebagai contoh, elektabilitas bakal calon presiden yang berasal dari partai politik pendukung Jokowi yang mengalami kenaikan.
"Mengapa elektoral Mbak Puan, Pak Ganjar, Pak Prabowo mengalami tren kenaikan? Karena approval rating dari Presiden Jokowi mengalami kenaikan," katanya, dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia yang ditayangkan dalam akun Youtube, Rabu (4/1/2023).
Hasto menuturkan, mereka yang tidak senapas dengan kepemimpinan Presiden Jokowi mengalami penurunan elektabilitas.
"Pak Anies Baswedan mengalami penurunan itu juga membuktikan bahwa masyarakat menilai Pak Anies Baswedan merupakan antitesa dari Presiden Jokowi. Sehingga ketika Pak Jokowi naik, Anies mengalami penurunan," sambungnya. (Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pantau-banjir-Semarang-Gubernur-Jawa-Tengah-Ganjar-Pranowo-langsung-m.jpg)