Berita Karanganyar

Pelaksana Didenda Rp 10 Juta per Hari, Molornya Pembangunan Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Kepala DPUPR Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi mengatakan, progres pembangunan rumah dinas tahap kedua saat ini mencapai sekira 90 persen.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Pekerja mengerjakan ornamen bagian atap Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (5/1/2023) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Proses pembangunan Rumah Dinas Bupati Karanganyar tahap kedua bagian pendopo diperpanjang seusai mengalami keterlambatan waktu pengerjaan.

Adapun sesuai kontrak, pembangunan pendopo tersebut selesai pada 30 Desember 2022.

Pembangunan tersebut menelan anggaran sekira Rp 15,7 miliar bersumber dari APBD Perubahan 2022.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karanganyar, Hanung Turwaji menyampaikan, rapat kerja bersama DPUPR kali ini dalam rangka menindaklanjuti serapan anggaran pada 2022 dan rencana pembangunan pada tahun ini.

Baca juga: Tugas Tri Wiyono Sebagai Kades Gedongan Dihentikan Sementara, Menyoal Tanah Kas Desa di Karanganyar

"Tahun 2023 masih menyisakan beberapa kegiatan yang notabenenya tidak ada ketepatan waktu," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (5/1/2023) siang.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong supaya dengan adanya perpanjangan waktu pengerjaan pembangunan tersebut konsekuensi berupa denda harus tetap diterapkan.

Di sisi lain lanjut Hanung, Komisi C DPRD Kabupaten Karanganyar juga mendorong agar pekerjaan segera diselesaikan secepatnya tanpa mengesampingkan kualitas bangunan.

Kepala DPUPR Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi mengatakan, progres pembangunan rumah dinas tahap kedua saat ini mencapai sekira 90 persen.

Baca juga: Dikira Tidur Ternyata Fransiscus Sudah Meninggal, Lagi Menambalkan Ban Motor di Brujul Karanganyar

Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi bagian atap pendopo, lantai, serta bangunan pendukung sisi kanan dan kiri.

"Perpanjangan permohonan dari kontraktor 30 hari tapi tergantung kalau bisa menyelesaikan 10 hari ya 10 hari," ucapnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (5/1/2023).

Para pekerja tinggal memasang plafon bagian dalam, ornamen bagian atap serta videotron dan sound.

Asihno mengungkapkan, cuaca menjadi kendala para pekerja dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga dibutuhkan perpanjangan waktu.

"Denda sehari sekira Rp 10 juta."

"Ini sudah hari keenam," jelasnya. (*)

Baca juga: Buruan Ikutan Sayembara Desain Logo Hari Jadi Kabupaten Banyumas, Pemenang Dapat Rp 2 Juta

Baca juga: Dede Loui Jabat Ketua Askot PSSI Tegal Periode 2022-2026, Dilantik Yoyok Sukawi

Baca juga: Mohon Maaf, Wisata CLBK Kabupaten Semarang Ditutup Sementara, Terimbas Pohon Tumbang dan Longsor

Baca juga: Nasib Mahasiswi di Semarang, Niatnya Ngadu Malah Kena Tipu, Tiap Bulan Menanggung Rp 950 Ribu

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved