Berita Kudus

Bupati Kudus Serahkan 5,7 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir

Bupati Kudus HM Hartopo menyerahkan bantuan beras untuk korban banjir di dua kecamatan yakni Mejobo dan Kaliwungu

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Bupati Kudus HM Hartopo (dua dari kanan) menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada Camat Mejobo, Zaenuri, Jumat (6/1/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo menyerahkan bantuan beras untuk korban banjir di dua kecamatan yakni Mejobo dan Kaliwungu. Beras yang diserahkan yakni sebanyak 5,7 ton.

“Bantuan dari dari dinas pertanian, kemarin dari kementerian pertanian juga akan memberikan beberapa bantuan untuk kami salurkan kepada korban banjir. Banyak empati dari luar, dari swasta kami panggil juga supaya ada kepedulian,” kata Bupati Kudus HM Hartopo seusai menyerahkan bantuan beras di Balai Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Jumat (6/1/2023).

Baik Kecamatan Mejobo maupun Kaliwungu merupakan wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Kudus.

Di dua wilayah tersebut di beberapa titik genangan sudah surut, namun masih ada beberapa desa yang masih tergenang dan penduduknya mengungsi.

Camat Mejobo, Zaenuri, mengatakan, sampai saat ini ada tiga desa di Kecamatan Mejobo yang tergenang banjir dan penduduknya mengungsi.

Ketiganya yakni Desa Payaman ada 33 jiwa yang mengungsi, di Desa Gulang ada 119 jiwa yang mengungsi, dan terakhir di Desa Kirig ada 3 jiwa yang mengungsi.

“Ketinggian air yang masih menggenang antara 40 sampai 60 sentimeter,” kata Zaenuri.

Untuk mengatasi banjir di wilayah Mejobo, Zaenuri telah meminta tanda tangan Hartopo dalam nota dinas untuk diajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana agar segera melakukan normalisasi untuk Sungai Piji, Dawe, dan Sungai Jratun. Sebab, biang dari banjir yang terjadi di Mejobo karena limpasan dari Sungai PIji dan Dawe yang alirannya sampai ke Sungai Jratun.

Hartopo melanjutkan, sampai saat ini status siaga bencana di Kudus masih belum dicabut mengingat masih banyak desa yang tergenang dan beberapa penduduknya yang mengungsi.

Namun ternyata untuk alokasi anggaran untuk penanganan bencana dari dana tidak terduga APBD masih belum dikucurkan. Alasan Hartopo karena belum ada permintaan dan sampai saat ini masih tercukupi untuk kebutuhan warga yang terdampak banjir.

“Sementara kami sediakan Rp 8 miliar untuk dana tidak terduga,” kata Hartopo.

Namun kalau memang mendesak dan ada permintaan untuk operasional penanganan bencana, pihaknya akan segera mengeluarkan dana tersebut.

Di sisi lain, pihaknya juga telah mengajukan bantuan pompa air untuk menyedot genangan banjir yang ada di Desa Jati Wetan.

Permohonan pompa itu pihaknya tujukan kepada pemerintah provinsi. Selain itu, pihaknya juga mengajukan permohonan perbaikan pompa karena pompa yang ada di Jati Wetan saat ini dalam kondisi rusak. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved