Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Ingatkan Stunting Sangat Merugikan, Wagub: Rumah sakit Lakukan Pendataan Menyeluruh

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengingatkan, kerugian akibat stunting tidak kecil.

Penulis: hermawan Endra | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Wagub Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-73 Rumah Sakit Dokter Moewardi. 

TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengingatkan, kerugian akibat stunting tidak kecil.

Dampaknya tidak hanya pada individu yang menderita stunting, tapi juga menimbulkan kerugian bagi negara. Pernyataan itu disampaikan Wagub saat menghadiri kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-73 Rumah Sakit Dokter Moewardi.

Stunting menyebabkan penurunan kecerdasan, dan penurunan kemampuan kognitif. Di samping itu, metabolisme tubuh penderitanya terganggu, yang membuat mudah terserang penyakit.

Wagub Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-73 Rumah Sakit Dokter Moewardi.
Wagub Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-73 Rumah Sakit Dokter Moewardi. (Tribun Jateng/Hermawan Endra)

Di masa depan, kondisi itu membentuk sumber daya manusia yang tidak berkualitas. Padahal, SDM berkualitas menjadi kunci kemajuan bangsa. Apabila produktivitas SDM tidak terpenuhi, maka akan berpengaruh pula pada kerugian dari sisi ekonomi.

"Karena stunting ini dampaknya bukan hanya kepada individu, person, akan tetapi juga nanti berdampak pada ekonomi. Dan kita ingin tahun 2045, Indonesia yang digaung-gaungkan menjadi Indonesia Emas bisa tercapai," tuturnya.

Wagub Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-73 Rumah Sakit Dokter Moewardi.
Wagub Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-73 Rumah Sakit Dokter Moewardi. (Tribun Jateng/Hermawan Endra)

Stunting Jateng saat ini masih berada di angka 20.9 persen. Pada tahun depan, ditarget bisa turun di angka 14 persen.

Maka, butuh gotong royong untuk bisa mencapai target. Salah satunya dari rumah sakit yang bisa langsung melakukan pendataan kunjungan pasien ibu hamil dan melahirkan.

Wagub Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-73 Rumah Sakit Dokter Moewardi.
Wagub Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-73 Rumah Sakit Dokter Moewardi. (Tribun Jateng/Hermawan Endra)

"Kalau bisa dari pasien-pasien, baik itu ibu hamil, baik itu melahirkan, ini harus diprosentase, berapa yang masuk, berapa persen yang sehat," pesannya.

Dari data itu, lanjutnya, akan nampak pasien yang perlu diintervensi karena berpotensi stunting. Pemerintah bisa menurunkan petugas kesehatan untuk melakukan jemput bola.

"Kalau dari Rumah Sakit Dokter Moewardi mungkin terlalu jauh (menjangkau pasien), bisa dikerjasamakan dengan rumah sakit umum yang ada di daerahnya, atau kerja sama dengan puskesmas, sehingga ini kita bisa menekan stunting yang ada saat ini," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved