Berita Semarang
Video SDN Patemon 1 Kab. Semarang Gelar Lomba Tari Prajuritan Pengusir Penjajah
SD N Patemon 1 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang lestarikan budaya daerah dengan mengadakan lomba tari prajuritan.
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: Tim Video Editor
Berikut Video SDN Patemon 1 Kab. Semarang Gelar Lomba Tari Prajuritan Pengusir Penjajah
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – SD N Patemon 1 Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang lestarikan budaya daerah dengan mengadakan lomba tari prajuritan.
Lomba tersebut juga merupakan salah satu penguatan profil pelajar Pancasila di lingkungan SD N Patemon 1.
Kepala Sekolah SD N Patemon 1, Sugiyono mengatakan bahwa di SD ini merupakan salah satu sekolah yang mengangkat kearifan lokal budaya daerah Kabupaten Semarang.
Dirinya mengaku bahwa di lingkungan Kecamatan Tengaran hanya di SD N Patemon 1 yang masih dan terus melestarikan kebudayaan tersebut.
“Tarian tersebut merupakan tarian atau budaya asli Kabupaten Semarang dan turun temurun masih kami lestarikan,” kata Sugiyono kepada Tribunjateng.com, Sabtu (7/12/2022).
Tari prajuritan sendiri merupakan salah satu tarian yang bertujuan untuk mempersatukan bangsa serta kebersamaan dan kegotong-royongan.
“Dulu waktu jaman kolonial belanda, bangsa Indonesia berlatih tari untuk mengusir penjajah,” ungkapnya.
“Saat menari harus kompak, hal itu juga merupakan kegotong-royongan,” imbuhnya.
Dalam mengangkat kesenian tersebut, diikuti oleh seluruh siswa mulai kelas 1 sampai 6 SD N Patemon 1.
“Kami sudah mengajarkan sejak delapan tahun terakhir, sejak diadakannya lomba terakhir tari prajuritan di tingkat Kecamatan Tengaran,” jelasnya.
Pihak sekolah selalu mengajarkan para siswa tari prajuritan setiap hari Jumat setelah digelarnya senam bersama.
Namun jika ada acara khusus, pihaknya melatih para siswa secara intensif.
“Jadi setiap Jumat semua siswa ikut berlatih,” ucapnya.
Pada lomba tari prajuritan kali ini, para siswa menunjukkan bakatnya selama latihan satu semester terakhirnya.
“Penilaiannya selain penampilan pembuka awal, dan dinilai oleh tiga juri,” paparnya. (han)