Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Salatiga

Rezeki Penjual Lato-lato di Salatiga, Sehari Bisa Jual Seratus Buah

Saat ini di Kota Salatiga permainan Lato-lato sedang digemari oleh sebagian anak-anak tak terkecuali orang dewasa.

Tayang:
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Hanes Walda
Penjual lato-lato di Jalan Soekarno-Hatta Kota Salatiga, Selasa (10/1/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Saat ini di Kota Salatiga permainan Lato-lato sedang digemari oleh sebagian anak-anak tak terkecuali orang dewasa.

Tak heran banyak yang meraup keuntungan dengan menjual Lato-lato secara dadakan di pinggir jalan Kota Salatiga setelah viralnya permainan tersebut.

Salah satunya Pujiono, dirinya berjualan Lato-lato di pinggir Jalan Soekarno-Hatta Kota Salatiga.

Baca juga: Lato-lato Dilarang Dimainkan di Sekolah, Begini Jadinya Bila Tetap Nekat

Baca juga: Cerita Permainan Lato-lato Jan Ethes, Tiba-tiba Sudah dapat, Gibran Putuskan Melarangnya

Pujiono mengatakan bahwa setelah viral di media sosial, dirinya dalam sehari dapat menjual 70 hingga 100 Lato-lato.

“Setelah permainan ini viral di medsos kini banyak yang mencari, kadang saya sampai kehabisan stok padahal sebelumnya hanya menjual paling banyak lima biji,” kata Pujiono kepada tribunjateng.com, Selasa (10/1/2023).

Sebelumnya, harga Lato-lato hanya berkisar Rp 5 ribu, namun sekarang Pujiono dapat menjual dengan harga Rp 15 ribu.

“Dulu harga Rp 5 ribu saja masih sepi pembeli, kalau sekarang harga dari sananya juga sudah tinggi,” jelasnya.

Latto-latto sendiri merupakan permainan yang berupa dua bola pemberat yang dihubungkan oleh satu tali dan dimainkan dengan cara memukul dua pemberat dengan cepat untuk menghasilkan suara yang khas.

Baca juga: Megawati Instruksikan Kader Turun dan Bantu Rakyat, Ganjar: Siap Laksanakan

Baca juga: Prediksi Skor Persib Bandung Vs Persija Jakarta Liga 1, Head to Head, Susunan Pemain, Live Streaming

“Untuk warnanya ada banyak, ada merah, biru, hijau, kuning dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Arief Syarifudin mengungkapkan bahwa dirinya menyambut positif dengan adanya permainan tersebut.

“Meski berisik dan kadang mengganggu namun saya senang karena anak-anak kini mulai meninggalkan  HP, semoga ini berlangsung lama,” kata Arief. (han)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved