Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo Salah Letakkan Pistol di Tangan Kiri, padahal Brigadir J Menembak Pakai Tangan Kanan

Ferdy Sambo salah meletakkan senjata api atau pistol jenis HS milik Brigadir J setelah penembakan.

Editor: M Syofri Kurniawan
(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Terdakwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ferdy Sambo salah meletakkan senjata api atau pistol jenis HS milik Brigadir J setelah penembakan.

Mantan Kadiv Propam Polri mengakui hal tersebut.

Pistol Brigadir J itu digunakan oleh Ferdy Sambo untuk menembakkan ke arah dinding guna menciptakan kesan tembak menembak antara Brigadir J dengan Bharada E.

Baca juga: Kepada Kuat Maruf, Ferdy Sambo Mengaku Capek Berbohong Terus: Kamu Siap Dipenjara ya Wat


Ferdy Sambo saat itu meletakkan pistol ke bagian kiri tubuh Brigadir J, padahal ajudannya itu mengandalkan tangan kanan untuk menembak.


Hal itu bermula saat tim kuasa hukum Ferdy Sambo menanyakan soal kesalahan menaruh senpi senjata HS tersebut.

"Di foto senjata HS itu ditemukan di tangan kiri Yosua, apakah sdr yang menaruh senjata HS di situ?" tanya tim kuasa hukum dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023).

"Iya saya yang menaruh. Saya juga setelah melihat foto itu saya baru tahu kalau itu di tangan kiri. Tapi padahal dia kan nembak kan pakai tangan kanan," kata Ferdy Sambo.

Kendati begitu, Ferdy Sambo menyatakan kalau hal tersebut tidak pernah ditanyakan oleh penyidik saat pemeriksaan.

Oleh karenanya, pada saat itu, Ferdy Sambo merasa tidak ada masalah dan memilih tidak ada yang janggal.

 
"Tapi tidak ada pertanyaan dari penyidik ke mereka, jadi saya sudah lah biarkan saja," kata Ferdy Sambo.

Sebelumnya, Terdakwa Ferdy Sambo mengaku menggunakan masker untuk menghapus sidik jarinya di pistol Brigadir J usai menembak ke arah tembok.

Keterangan itu disampaikan Ferdy Sambo saat diperiksa dalam kapasitasnya sebagai terdakwa dalam sidang, Selasa (10/1/2023).

Mulanya, kuasa hukum Ferdy Sambo menanyakan soal pernyataan ahli DNA yang menyebut kalau pada pistol Brigadir J tidak ditemukan sidik jari, padahal senpi itu digunakan oleh Ferdy Sambo untuk menembak tembok usai Brigadir J tewas.

Kepada kuasa hukum, Ferdy Sambo menyebut kalau dirinya mengusap pistol tersebut dengan masker lalu mengarahkan tangan Brigadir J yang sudah tak bernyawa untuk memegang pistol itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved