Berita Semarang

Video Kebakaran Pabrik Pengeringan Kayu di Kawasan Industri Candi Semarang Merugi 3 M

Pabrik Pengeringan Kayu di Kawasan Industri Candi blok 15 No. 1, Ngaliyan, Semarang terbakar, dugaan sementara ada percikan api

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut video Kebakaran Pabrik Pengeringan Kayu di Kawasan Industri Candi Semarang Merugi 3 M

Pabrik Pengeringan Kayu di Kawasan Industri Candi blok 15 No. 1, Ngaliyan, Semarang terbakar, dugaan sementara ada percikan api dari pengering kayu, Selasa (10/1).

Musibah kebakaran ini, terjadi sekira pukul 04:30 WIB. Sedangan untuk pendinginan api dalam kebakaran ini, Kabid Ops Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Untung Sugiono mengaku, sampai sekitar jam 11:00 WIB.

"Jadi itu pabrik kayu (yang terbakar), ( pemadaman api) mulai jam 4 sampai jam 9 baru selesai," ujarnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (10/1).

Dalam memadamkan api di pabrik kayu ini, Damkar Kota Semarang membawa 12 unit armada.

Terkait kendala Untung pun mengaku bila petugasnya sempat terkendala dengan pasokan air.

"Awalnya itu kita kesulitan air, tapi kebetulan di wilayah situ ada semacam kayak hidran, diawal - awal itu tidak ada yang menunjukan, jadi kita agak jauh ngambil (air) di pos," ungkapnya.

Untung mengaku belum tahu mengenai penyebab kebakaran ini.

"Kalau untuk penyebabnya itu nanti ranahnya kepolisian yang untuk menayampaikan, kalau kami sifatnya hanya pemadaman," imbuhnya

Bangunan yang terbakar memiliki luas sekira 300 meter, namun dari luas tersebut, api hanya membakar 1/4 bangunan.

"Itu hampir sepempat, karena kebetulan kita bisa menangulangi kanan kirinya, yang kena (terbakar) itu untuk pengeringan kayu. (Kayu) sebagian terbakar sebagian tidak," bebernya

Dalam musibah kebakaran ini Untung menyapaiakan tidak ada korban jiwa.

"Tidak ada (korban), karena itu memproduksi terus kebetulan karyawanya keluar semua," katanya.

Dugaan sementara dalam musibah kebakran ini, yaitu ada percikan api dari pengering kayu sehingga menyebabkan terjadinya Kebakaran.

"Total kerugian (kurang lebih) Rp 3 M," imbuhnya melalui laporan tertulis. (fiq)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved