Berita Kudus

Riswanto Naikkan Jumlah Produksi Tahu di Kudus, Imbas Penurunan Harga Kedelai

Awal tahun 2023 menjadi berkah bagi para perajin tahu di Kabupaten Kudus. Selain terjadi penurunan harga kedelai, permintaan pasar pun meningkat.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Sejumlah pekerja sedang memproduksi tahu di rumah produksi Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (12/1/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Awal tahun 2023 menjadi berkah bagi para perajin tahu di Kabupaten Kudus. Selain terjadi penurunan harga kedelai, permintaan pasar pun meningkat, sehingga menambah pendapatan bagi produsen. 

Perajin tahu di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Riswanto mengatakan, harga kedelai pada, Kamis (12/1/2023) menjadi Rp 12.700 per kilogram. Turun Rp 1.500 dari harga Rp 14.200 per kilogram pada akhir 2022 lalu.

Menurut dia, penurunan harga kedelai ini menjadi momentum untuk meningkatkan produksi tahu. Mengingat saat ini, permintaan pasar pun meningkat, sehingga membutuhkan produksi yang lebih banyak. 

"Biasanya saya produksi sampai 2,5 kuintal per hari. Ini mulai ada peningkatan menjadi 3,5 kuintal - 4 kuintal dalam sehari. Menyesuaikan permintaan pasar," terangnya.

Riswanto menyebut, market pemasaran tahunya di lingkup Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak.

Dia merasa senang jika ada peningkatan permintaan, disertai penurunan harga bahan pokok tahu. Sehingga, beban produksi tidak terlalu berat, dan omzet penjualan pun meningkat. 

"Saat ini ada tambahan omzet 5-6 persen. Bisa jadi harga kedelai turun lagi ke depan, dan memicu penurun harga tahu," ujarnya. 

Menurut dia, penurunan harga kedelai disebabkan beberapa faktor. Di antaranya adalah faktor melimpahnya stok kedelai.

Saat ini, Riswanto memiliki stok kedelai hingga 3 ton untuk produksi beberapa hari ke depan. 

Pihaknya menyebut, penurunan harga kedelai ini disambut baik oleh produsen tahu dan juga masyarakat secara umum. Mengingat harga jual tahu di pasaran nantinya bakal mengikuti turunnya harga bahan pokok.

Pihaknya berharap, tren positif kali ini bisa terus berlanjut hingga harga kedelai di angka Rp 10.000 - Rp 11.000 per kilogram. 

"Kedelai mulai stabil, nantinya usaha produsen tahu juga bakal stabil. Kalau harga tahu terlalu tinggi imbas tingginya harga kedelai, kasihan 
konsumen," tuturnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved