Breaking News:

Berita Kudus

Panitia Seleksi Perangkat Desa Segera Pilih Perguruan Tinggi Sebagai Pelaksana Tes

Panitia seleksi penyaringan perangkat desa harus segera menentukan perguruan tinggi.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Diskominfo Kudus
Para kepala desa menyimak pemaparan perguruan tinggi sebagai pelaksana ujian seleksi perangkat desa. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Panitia seleksi penyaringan perangkat desa di masing-masing desa harus segera menentukan mana perguruan tinggi yang akan dipilih sebagai penyelenggara tes. Kewenangan memilih perguruan tinggi merupakan hak masing-masing desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Adi Sadhono, mengatakan, panitia di masing-masing desa bisa memilah mana perguruan tinggi yang menurut mereka paling cocok. Untuk perguruan tinggi yang bisa dipilih ini ada delapan perguruan tinggi, yakni Unsoed, Unpad, Polines, Unisbank, Unimus, Untag, Undip, dan UIN Walisongo.

Beberapa perguruan tinggi tersebut juga telah memberikan pemaparan kepada kepala desa dan panitia di tingkat desa. Artinya desa sudah mengantongi informasi lengkap perihal perguruan tinggi, kontan mereka bisa segera menentukan mana yang harus menjadi penyelenggara seleksi perangkat desa.

Kata Adi, pemaparan oleh perguruan tinggi tersebut berkaitan dengan kesiapan sarana dan prasarana yang dimiliki kampus dalam menyelenggarakan ujian seleksi perangkat desa. Selain itu menyangkut sistem ujian, lokasi ujian, termasuk biaya pelaksanaan ujian.

Untuk jadwal ujian seleksi yakni berlangsung pada 14 Februari 2023. Sementara perjanjian kerja sama antara panitia desa dengan perguruan tinggi terakhir yakni 3 Februari 2023.

“Ujiannya nanti CAT (Computer Assisted Test) dan diumumkan hari itu juga,” kata Adi.

Sebelumnya tes harusnya berlangsung pada 13 Desember 2022. Saat itu dari 90 desa yang menyelenggarakan seleksi perangkat desa baru 20 yang sudah teken kerja sama dengan perguruan tinggi. Artinya masih ada 70 desa yang belum kerja sama. Oleh karenanya tes diundur.

“Ini kami mulai lagi dari awal ini,” kata Adi.

Berhubung sudah ada tragedi mundurnya ujian seleksi, Adi berharap di sisa waktu yang ada panitia benar-benar mempersiapkan agar seleksi tidak lagi mundur. Secara keseluruhan memang harus ada persiapan matang. Sebab dari 90 desa yang menggelar seleksi perangkat desa dengan jumlah 252 formasi ada 5.147 pendaftar. Jika beberapa desa secara akumulasi memilih satu perguruan tinggi tentu ujian seleksinya akan dilangsungkan bersamaan.

“Berhubung sudah ada sosialisasi dari perguruan tinggi, panitia di desa bisa segera menentukan mana perguruan tinggi yang ditunjuk dan menginformasikan kepada kecamatan,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved