Berita Demak

Ganjar Minta Para Kades di Demak Serius Menangani Kasus Stunting

Gubernur Jateng minta kades di Kabupaten Demak untuk serius menangani kasus stunting.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Saat berkunjung di Balai Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Gubernur Jawa Tengah meminta Kepala Desa di Kabupaten Demak untuk serius menangani kasus stunting di desa masing masing.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berkunjung di Balai Desa Prampelan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (23/1/2023).

Menurutnya, kades yang baru menjabat harus segera bersinergi dengan pihak kesehatan untuk tangani kasus Stunting di desa.

"Kadesnya baru saya minta pastikan datanya benar, nanti bidan termasuk para kader kesehatan akan bisa mendampingi terus menerus," kata Ganjar.

Dengan mendata masyarakat, lanjut orang nomor satu di Jateng, bisa mempermudahkan pemerintah kabupaten ataupun provinsi untuk membantu mengatasi kasus stunting.

"Contoh ada 21 warga punya masalah itulah (stunting) yang menjadi perhatian utama. Saya kira tidak begitu sulit sehingga langsung di interfensi dengan sumber anggaran dari dana desa ataupun dari kabupaten," ujarnya.

Tak hanya itu, Ganjar menilai kades juga bisa mengedukasi masyarakat desa untuk mau bergotong-royong dan saling peduli terhadap warga yang membutuhkan.

Dengan cara seperti itu lanjutnya, bisa menanggani secara langsung stunting dan tidak ada alasan bahwa tidak memiliki anggaran.

"Tadi saya sampaikan kepada pak kades yang baru untuk melakukan itu (gotong royong), sehingga tidak boleh lagi ada alasan tidak ada anggarannya, atau belum dianggarkan," jelasnya.

Menanggapi permintaan gubernur, satu di antaranya Kades Surodadi Supriyanto mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah desa mendapatkan keluhan atas bantuan yang tidak merata.

"Kalau desa tentang kemiskinan kami banyak keluhan di desa. Karena bantuan dianggap tidak merata, tentunya bisa saja tahun ini dibantu tahun besok yang membantu," kata Kades Surodadi kepada Tribunjateng, Senin (23/1/2023).

Ia menyampaikan tidak meratanya bantuan disebabkan oleh Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tidak bisa memperbarui data.

"Data yang diajukan ke desa ke DTKS mau miskinnya seperti apa tidak dapat karena menggunakan Data dtks itu kadang yang sudah kaya dpet masuk DTKS," ungkapnya.

Dengan keluhan tersebut, lanjut dia, kades sampai saat ini masih bingung untuk melaporkan masyarakat yang perlu mendapatkan bantuan.

"Jadi kepala desa bingung karena sistemnya seperti apa, artinya sudah mengajukan benar yang membutuhkan tahu fakta dilapangan," ucapnya.

Ia pun meminta gubernur bisa segera memperbaiki DTKS supaya masyarakat bisa mendapatkan bantuan secara merata.

"Padahal dari desa tidak bisa mengajukan apa apa. Pak Ganjar tolong data diitung ulang secara lapangan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved