Harga Terus Naik, Permintaan Emas Antam Makin Tinggi

permintaan emas Antam pada awal 2023 cukup positif, dengan total penjualan dari awal tahun sampai 20 Januari 2023 masih on track target

Editor: Vito
TRIBUN JATENG/RUTH NOVITA LUSIANI
emas antam 25 gram, di Butik Emas Logam Mulia Semarang, berlokasi di blok A7 DP Mall, Jalan Pemuda No 150 Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Harga emas kembali menyentuh level tertinggi dalam 9 bulan terakhir. Pada Selasa (24/1) pukul 12.45 WIB, harga emas spot berada di level 1.935,16 dollar AS per ons troi.

Harga emas naik 0,21 persen dari posisi pada Senin di level 1.931,04 dollar AS per ons troi. Harga emas spot pun terbang tinggi mencapai level tertinggi sejak 22 April 2022.

Sejalan, harga emas kontrak April 2023 di Commodity Exchange pun siang kemarin menguat 0,38 persen ke level 1.952,90 dollar AS per ons troi. Harga emas berjangka pun mencapai level tertinggi sejak akhir April 2022.

Menguntit harga emas dunia, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus berada di posisi tinggi.

Di Kota Semarang, harga emas Antam pada Selasa (24/1) berada di level Rp 1,046 juta/gram. Meski demikian, angka itu tercatat sedikit mengalami penurunan dari posisi Jumat (20/1) lalu, di angka Rp 1,048 juta/gram.

Harga pada Jumat lalu itu tercatat mengalami lonjakan Rp 10.000 dari hari sebelumnya, Kamis (19/1), di level Rp 1,038 juta/gram. Harga itupun sudah lebih ringgi Rp 7.000 dari posisi Rabu (18/1), sebesar Rp 1,031 juta/gram.

Antam, emiten BUMN tambang emas, mencatat, permintaan emas pada awal 2023 cukup positif. Hal itu terbukti dengan total penjualan Antam dari awal tahun sampai tanggal 20 Januari 2023 masih on track target, meskipun harga sudah mulai masuk di atas Rp 1 juta.

Sekretaris Perusahaan Antam, Syarief Faisal Alkadrie mengatakan, permintaan emas meningkatkan karena adanya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi emas.

"Masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya investasi emas, terlebih di saat kondisi ketidakpastian perekonomian global saat ini,” katanya, dalam keterangannya, Selasa (24/1).

Menurut dia, emas diprediksi masih akan menjadi satu pilihan utama konsumen untuk berinvestasi di tengah-tengah ketidakpastian global. Bukan cuma itu, harga emas akan cenderung bullish seiring dengan demand yang tinggi.

Faisal menyebut, potensi resesi global pada 2023 cenderung membuat emas lebih menarik sebagai instrumen investasi, mengingat emas merupakan satu safe-haven Asset.

"Sifat emas yang merupakan instrumen investasi yang memiliki sifat lindung nilai menjadi pilihan bagi masyarakat, baik untuk investasi jangka panjang maupun jangka menengah," jelasnya.

Senior Analis DCFX, Lukman Leong menyatakan, harga emas sangat positif dan masih akan bersinar ke depan. "Emas masih sangat positif dan akan sangat bersinar sebagai status safe haven di tengah kemerosotan ekonomi dan ketidakpastian geopolitikal global," ucapnya.

Ia berujar, pelemahan beberapa waktu lalu diperkirakan karena pertumbuhan ekonomi China yang melambat menjadi satu sentimen negatif.

Namun sebenarnya, harga emas masih cukup stabil dan tidak berubah banyak sejak tahun kemarin.

"Harga emas sempat naik tinggi karena invasi Russia ke Ukraina, dan kemudian turun tajam tertekan kebijakan kenaikan suku bunga yang agresif oleh bank sentral dunia, terutama the Fed, dalam usaha memerangi inflasi. Namun harga emas rebound besar di kuartal akhir 2022 oleh kekuatiran resesi di 2023," paparnya.

Lukman menyebut, tahun ini emas akan didukung permintaan dari safe haven investor dan bank sentral. Oleh karena itu, investor masih belum terlambat untuk membeli emas di harga sekarang juga. Menurutnya, harga emas berpotensi paling tidak akan naik ke 2.100 dollar AS per ons troi.

"Investor kecil bisa membeli emas Antam, untuk investor besar idealnya tidak membeli secara fisik, namun dalam bentuk kontrak atau paper gold. Hingga akhir tahun ini, harga emas Antam saya prediksi bisa mencapai Rp 1,2 juta/gram," urainya. (Kontan.co.id/Wahyu Tri Rahmawati/Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved