Berita Regional
Gunung Anak Krakatau Erupsi 10 Kali dalam 2 Hari, Status Siaga
Selasa (24/1/2023), Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi 2 kali. Ketinggian kolom abu mencapai 300 meter.
TRIBUNJATENG.COM, LAMPUNG SELATAN - Selasa (24/1/2023), Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi 2 kali.
Ketinggian kolom abu mencapai 300 meter.
Gunung api yang berada di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, itu mengalami erupsi pada pukul 18.50 WIB dan pukul 19.57 WIB, demikian data yang dihimpun dari laman resmi Magma ESDM.go.id.
Baca juga: Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Capai 4 Meter per Tahun, Akankah Sebesar Ibunya?
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Andi Suardi, membenarkan Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi dua kali.
Andi mengatakan, erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada pukul 18.50 WIB.
Namun, visual letusan tidak teramati.
Lalu, Erupsi Gunung Anak Krakatau kedua, sambung Andi, terjadi pukul 19.57 WIB.
Andi mengatakan ketinggi kolom abu teramati dari Gunung Anak Krakatau kurang lebih 300 meter di atas puncak atau kurang lebih 457 meter di atas permukaan laut.
Menurut Andi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.
Sampai saat ini, lanjut Andi, status Gunung Anak Krakatau masih level III atau siaga.
Andi pun mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi sebanyak 8 kali, pada Senin (23/1/2023).
Ketinggian kolom abu vulkanik bervariasi.
Berdasarkan laman situs magma.esdm.go.id tercatat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi sejak pukul 00.41 WIB hingga pukul 10.00 WIB.
Dari 8 kali erupsi yang terjadi, ketinggian abu vulkanik mencapai 657 meter di atas permukaan laut.
Catatan erupsi Gunung Anak Krakatau yang pertama dibuat oleh Ade Yasser Akhmad Purwata pada Senin (23/1/2023) terjadi erupsi pertama pukul 00.41 WIB, tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang kedua dicatat oleh Jumono pada terjadi pukul 04.42 WIB, visual letusan tidak teramati.
Erupsi Gunung Anak Krakatau ke-tiga yang dicatat oleh Ade Yasser Akhmad Purwata terjadi pukul 06.07 WIB.
Ketinggian kolom abu teramati kurang lebih 300 m di atas puncak atau kurang lebih 457 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 28 detik.
Erupsi Gunung Anak Krakatau ke-empat yang dicatat oleh Ade Yasser Akhmad Purwata terjadi pukul 07.01 WIB.
Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 300 m di atas puncak atau kurang lebih 457 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 27.5 detik.
Erupsi Gunung Anak Krakatau ke-lima yang dicatat oleh Ade Yasser Akhmad Purwata terjadi pukul 07.58 WIB.
Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak atau kurang klebih 357 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah Tenggara.
Erupsi Gunung Anak Krakatau ke-enam yang dicatat oleh Ade Yasser Akhmad Purwata terjadi pukul 07.59 WIB.
Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 m di atas puncak atau kurang lebih 657 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah tenggara.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 143 detik.
Erupsi Gunung Anak Krakatau ke-tujuh yang dicatat oleh Ade Yasser Akhmad Purwata terjadi pukul 08.08 WIB.
Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 300 m di atas puncak atau kurang lebih 457 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah tenggara.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 121 detik.
Erupsi Gunung Anak Krakatau kedelapan yang dicatat oleh Ade Yasser Akhmad Purwata terjadi pukul 09.28 WIB.
Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 300 m di atas puncak atau kurang lebih 457 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 38 detik. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Gunung Anak Krakatau Erupsi 2 Kali, Ketinggian Kolom Abu 300 Meter
Baca juga: Waspada! Gunung Anak Krakatau Erupsi Hingga 3.000 Meter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gunung-anak-krakatau.jpg)