Kuliner
Kuliner Khas Jawa Timur di Salatiga Kian Digemari
Salatiga memiliki beragam kuliner khas dan cocok untuk dikunjungi, mulai dari pecel, ronde, soto, bahkan masakan khas daerah lain pun ada disini.
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Salatiga memiliki beragam kuliner khas dan cocok untuk dikunjungi, mulai dari pecel, ronde, soto, bahkan masakan khas daerah lain pun ada disini.
Namun saat ini masakan khas Jawa Timur atau biasa disebut masakan ‘jawa timuran sedang digemari oleh warga Kota Salatiga karena masakan jawa timuran memiliki cita rasa yang berbeda dengan lainnya yakni pedas dan sedikit asin.
Tidak banyak masakan jawa timuran yang ada di Kota Salatiga, salah satunya milik Zulistian Nurul Hidayah (46).
Baca juga: KPU Sukoharjo Buka Lowongan 2.806 Petugas Pemutakhiran Data
Baca juga: 4 Pelaku Penyerangan Warga di Tempat Cuci Mobil Semarang Ditangkap
Zulis sapaanya, merupakan warga asli Gresik Jawa Timur dan memulai bisnis kuliner bernama Warung Kemuning 36 dengan sajian makanan khas Jawa Timur.
Warung Kemuning 36 ini berlokasi di Jalan Kemuning Kalicacing Kota Salatiga.
“Saya mulai sebelum adanya pandemi covid-19,” kata Zulis kepada Tribunjateng.com, Sabtu (28/1/2023).
Sebelumnya, dirinya menyajikan menu masakan laut atau seafood pada tahun 2015, namun tidak berjalan lama.
“Awalnya seafood dulu dan agak ramai untuk pembelinya, lalu penjualan menurun hingga saya tidak ada omset sama sekali,” jelasnya.
Dengan banyaknya warga Jawa Timur bertempat di Salatiga, dirinya optimis untuk membuka kuliner tersebut.
“Di Salatiga banyak orang Jawa Timur, mereka juga kesulitan untuk mencari masakan khas Jawa Timur, dan saya membuka ini langsung pada tahu semua,” ungkapnya.
Warung kemuning 36 milik Yulis ini memiliki menu andalan yakni rujak cingur.
“Yang selalu di cari itu rujak cingur, namun ada menu lainnya seperti tahu tek, rawon dan lainnya,” ucapnya.
Dirinya selalu mengambil bahan makanan dari daerah asalnya, karena tersebut berbeda dengan lainnya.
“Saya selalu ambil petis dari Gresik, karena petis disana rasanya berbeda dengan di sini, kalau petis Gresik lebih terasa ikannya kalau petis disini lebih cenderung manis,” ujarnya.
Dirinya mengaku buka setiap hari dan ramai pembeli saat menjelang makan siang hingga sore hari. (han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menu-kh-as-jawa-timuran-di-warung-kemuning.jpg)