Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Peluang Golkar Bergabung ke Koalisi Perubahan Dinilai Lebih Besar

alasan Golkar berpeluang bergabung Koalisi Perubahan, karena sudah memastikan tiket capres kepada Anies Baswedan.

Editor: Vito
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat mengunjungi kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (1/2/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) langsung merespon pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh terkait dengan terbukanya peluang Partai Nasdem bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Kholid menilai, justru peluang Golkar merapat ke Koalisi Perubahan lebih besar.

"Kalau bicara peluang dan situasi yang berkembang saat ini, peluang Golkar bergabung ke Koalisi Perubahan lebih besar dibandingkan Nasdem bergabung ke KIB," katanya, kepada Kompas.com, Rabu (1/2).

Kholid kemudian mengungkapkan alasan mengapa Golkar berpeluang bergabung Koalisi Perubahan. Hal itu karena Koalisi Perubahan sudah memastikan tiket calon presiden (capres) kepada Anies Baswedan.

"Anies sudah clear diusung oleh tiga partai, Nasdem, PKS, dan Demokrat. Jadi, secara fondasi, Koalisi Perubahan lebih maju dan solid," terangnya.

Kholid menyatakan, Koalisi Perubahan bahkan sudah jelas memiliki bakal capres 2024. Hal ini yang dinilai bakal menjadi pertimbangan Golkar bergabung ke koalisi perubahan. "Betul enggak?" tukasnya.

Adapun, Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, pihaknya menyambut baik jika KIB ikut berkoalisi. Ia menyebut, pertemuan Surya Paloh dengan Partai Golkar telah direncanakan dengan anggota Koalisi Perubahan selain Partai Nasdem, yaitu Partai Demokrat dan PKS.

"Pertemuan teman-teman Nasdem dengan Golkar hari ini (kemarin-Red) merupakan rencana yang sudah dikomunikasikan dengan kami. Demokrat mendukung pertemuan ini, karena jika ada partai lain yang juga ingin ikut serta dalam Koalisi Perubahan ini, Demokrat akan menyambut baik," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com.

Herzaky menyebut, Koalisi Perubahan adalah koalisi terbuka, sehingga jika ada parpol lain yang ingin bergabung, maka diperbolehkan. Menurutnya, hal terpenting bagi parpol yang ingin bergabung memiliki kesamaan cara pandang.

"Prinsipnya, bagi Demokrat, Koalisi Perubahan adalah koalisi yang terbuka. Yang terpenting, kami memiliki cara pandang dan komitmen yang sama, agar saling menguatkan, bukan saling melemahkan," tuturnya.

Selain itu, Herzaky mengungkapkan, parpol yang ingin bergabung harus mau menerima karakter perubahan dari koalisi antara Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.

"Kami bertiga sudah satu nafas. Nasdem dengan prinsip restorasi, PKS dengan semangan perubahan. Begitu juga Demokrat dengan semangat perubahan dan perbaikannya," ujarnya. (Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya/Tribunnews/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved