Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Partai Ummat Minta Maaf Wartawati Alami Pelecehan Seksual saat Liput Rakernas

Seorang wartawati media online berinisial D mengalami pelecehan seksual saat bertugas meliput Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Ummat.

Tayang:
twitter.com/notanobjectmbhs
Ilustrasi pelecehan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Seorang wartawati media online berinisial D mengalami pelecehan seksual saat bertugas meliput Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (14/2/2023).

Juru Bicara (Jubir) Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya meminta maaf atas kejadian tersebut.

Mustofa menyatakan, pihaknya tidak bisa mengenali terduga pelaku pelecehan seksual tersebut.

Baca juga: Saya Sudah Tua, Kata Amien Rais Tolak Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

"Kami sampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya kepada jurnalis tersebut.

Karena bagaimanapun sebagai partai, kami tidak memiliki perangkat untuk mengenali pelaku," ujar Mustofa dalam keterangannya, Selasa (14/2/2023).

Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (13/2/2023) malam.
Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Partai Ummat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (13/2/2023) malam. (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Mustofa mengaku sudah meminta maaf kepada redaktur di media online tempat korban bekerja.

Dia memohon maaf apabila panitia lalai dalam merespons dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Kami sudah bertemu dengan jurnalis yang mengaku sebagai korban pelecehan tersebut, dan kami baru tahu ada kejadian setelah redakturnya yang memberitahu kami," ujar dia.

Kemudian, Mustofa mengeklaim sudah memberikan pengumuman melalui pengeras suara agar berhati-hati terhadap kejadian yang tak diinginkan.

Dia mengatakan, hal itu berdasarkan pengalamannya yang sering mengikuti kegiatan serupa.

Menurut dia, biasanya ada penyusup yang masuk ke arena acara.

Menurut Mustofa, kejadian pelecehan seksual di acara Partai Ummat baru kali ini terjadi sejak partai besutan Amien Rais itu dibentuk.

"Kami sendiri menurunkan tim keamanan lebih dari 100 personel selama rakernas.

Namun dalam kondisi seperti itu, saya rasa sangat sulit terdeteksi oleh tim keamanan, apalagi jurnalis tersebut tidak langsung lapor kepada kami," ujar Mustofa.

Mustofa mengatakan, korban sebenarnya bukan dilecehkan di dalam kegiatan resmi Rakernas Partai Ummat.

Akan tetapi, korban dilecehkan ketika sedang melaksanakan wawancara terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di area luar gedung.

Adapun situasi saat itu sangat sesak sehingga kondisi ricuh pun tak terhindar.

"Kami sudah mengantisipasi sebenarnya, dengan menyediakan press room. 

Namun malah terjadi doorstop di luar agenda resmi kami," ujar dia. 

Kronologi kejadian

Kejadian bermula ketika pihak Partai Ummat menyediakan ruang konferensi pers untuk Anies Baswedan selaku bakal capres Partai Ummat yang hadir ke lokasi.

Namun, Anies memilih untuk konferensi pers di luar ruangan yang disediakan oleh panitia.

Walhasil, awak media mewawancarai Anies di luar ruangan.

Saat itu, kondisinya sangat sesak lantaran banyak kader Partai Ummat yang antusias bertemu dengan Anies.

Di tengah-tengah proses wawancara tersebut, D mengalami pelecehan seksual.

Namun, D mengaku tidak melihat secara jelas wajah pelaku. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jurnalis Alami Pelecehan Seksual Saat Liput Rakernas, Partai Ummat Minta Maaf"

Baca juga: Amien Rais: Saya Tidak Tega kalau Pak Jokowi Turunnya Diturunkan Ramai-Ramai

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved