Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Sempat Tertutup Longsor Selama 5 Hari, Jalan Tembus Tawangmangu Karanganyar Dibuka Kembali Malam Ini

Jalan tembus Tawangmangu-Magetan tepatnya di Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar telah dibuka kembali pada Sabtu (18/2/2023)

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
dokumentasi Polsek Tawangmangu.
Pekerja menaiki loader membersihkan material longsor yang menutup Jalan Tembus Tawangmangu-Magetan tepatnya di Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/2/2023) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Jalan tembus Tawangmangu-Magetan tepatnya di Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar telah dibuka kembali pada Sabtu (18/2/2023) pukul 17.30.

Jalan tembus tersebut sebelumnya sempat ditutup sementara sejak Selasa (14/2/2023) lantaran adanya longsoran tebing.

Arus lalu lintas kendaraan dari arah Tawangmangu menuju ke Magetan atau sebaliknya diarahkan melintasi jalur lama wilayah Blumbang. 

Kapolsek Tawangmangu, AKP Sutarno menyampaikan, loader dikerahkan untuk pembersihan material longsor.

Di sisi lain ada sejumlah truk untuk mengangkut material longsor. Proses evakuasi material longsor sempat terkendala faktor cuaca pasca kejadian. 

"Beberapa hari cuaca mendukung. Alhamdulillah hari ini sudah selesai pembersihan material longsor, jalan sudah dibuka kembali," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (18/2/2023) malam. 

Dia menyampaikan, pembukaan akses penghubung antar provinsi sekaligus akses wisata tersebut dilakukan setelah adanya koordinasi antara pihak Bina Marga DPUPR Jateng, BPBD dan Forkopimcam Tawangmangu.

Kendati demikian, pihaknya menghimbau kepada para pengguna jalan supaya tetap berhati-hati saat melintas di jalan tersebut. 

Ketua Paguyuban Kuliner Tawangmangu, Parmin Sastro mengungkapkan, adanya longsor di jalan tembus berdampak terhadap sektor pariwisata.

Tingkat kunjungan destinasi wisata dan kuliner di sekitar lokasi mengalami penurunan cukup drastis. Selain itu ada pula beberapa wisatawan yang membatalkan kunjungan atau merubah jadwal kunjungan ke sejumlah destinasi wisata atau resto. 

"Teman-teman pelaku kuliner menyampaikan, penurunan 75 persen sejak adanya longsor di jalan tembus. Ada 30 resto, kafe dan rumah makan besar yang tergabung dalam paguyuban. Kalau warung-warung kecil jumlahnya banyak," ungkapnya. (Ais).

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 7 Subtema 4 Pembelajaran 4 Halaman 194 195 dan 197

Baca juga: Adu Argumen Dishub Vs Akademisi Semarang Soal Jukir Bergaji

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jakarta Pusat: Pemotor Terpental hingga Tewas Seketika Setelah Tertabrak Mobil

Baca juga: Daftar 35 Desa di Kabupaten Tangerang yang Dilewati Proyek Jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved