Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Taman Satwa Semarang Membantah Eksploitasi Jadi Penyebab Matinya Gajah Betina Bernama Sekar

Taman Satwa Mangkang tepis beredarnya kabar eksploitasi terhadap gajah betina asal Sumatera bernama Sekar. 

TRIBUNJATENG/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Konferensi pers penyebab matinya gajah betina asal Sumatra bernama sekar di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng 

TRIBUNJATENG,COM,SEMARANG - Taman Satwa Mangkang tepis beredarnya kabar eksploitasi terhadap gajah betina asal Sumatera bernama Sekar. 

Direktur Taman Satwa Semarang, Khoirul Awaludin menepis adanya rumor gajah Sekar mati akibat dieksploitasi.

Pihaknya memperlakukan gajah secara baik.

Baca juga: Gajah Sumatra Berusia 67 Tahun Milik Taman Margasatwa Mangkang Mati Diduga Sakit Gigi

"Kami punya animal zoo menggunakan metode reward pakan. Jadi kalau ada orang menganggap ada eksploitasi kita bisa buktikan," tuturnya saat konferensi pers di kantor BKSDA Jateng, Senin (20/2/2023).

Menurutnya, pelatihan terhadap satwa agar bisa berinteraksi dengan pengunjung dilakukan secara humanis.

Disisi lain dirinya juga ada menepis adanya wahana menunggangi gajah di kebun binatang tersebut.

"Adanya cuma pengalungan bunga dan foto di dekat gajah. Kalau dulu ada saya tidak tahu. Tetapi setelah kami masuk tidak pernah melakukan itu," kata dia.

Kandang gajah di Taman Satwa Semarang hanya tersisa satu ekor gajah bernama Guntur, setelah satu ekor gajah bernama Sekar mati karena sakit gigi.
Kandang gajah di Taman Satwa Semarang hanya tersisa satu ekor gajah bernama Guntur, setelah satu ekor gajah bernama Sekar mati karena sakit gigi. (TRIBUNJATENG/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Dokter hewan Taman Satwa Semarang, Hendrik Setiawan mengatakan gajah itu awalnya mengalami sakit gigi.

Hal ini menyebabkan nafsu makan dan minum Sekar menurun.

"Karena nafsu minumnya menurun menyebabkan dehidrasi. Nah dehidrasi ini menyebabkan fungsi ginjal terganggu. Karena air seni tidak banyak dikeluarkan maka masuk ke aliran darah," tuturnya.

Menurutnya, hal itu menyebabkan terganggunya peredaran darah Gajah. Oleh sebab itu Gajah Sekar menderita kegagalan fungsi ginjal dan jantung yang menyebabkan kematian.

"Cuman hasil visum kami menunggu dari Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta," tutur dia.

Dikatakannya pihak kebun binatang juga telah melakukan upaya dengan memberikan infus dan pengganti cairan di tubuh Sekar. Terakhir berat badan gajah Sekar mencapai 1,9 ton.

"Biasanya rata-rata berat badannya normal gajah mencapai 2,5 ton," imbuhnya.

Baca juga: Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Ungkap Kesannya Setelah Keliling Semarang Zoo, Siap Ikut Mengelola

Hendrik menuturkan sebelumnya pasangan gajah Sekar mati duluan saat masih berada di Tinjomoyo.

Kemudian pasangan gajah Sekar digantikan oleh ganjah pejantan yakni Guntur.

"Usianya Guntur (48) sementara Sekar (67). Sisi usia lebih tua Sekar," tutur dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved