Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Pemkab Sragen Gandeng Murid SD dan SMP Adiwiyata Untuk Pilah Sampah, Ini Tujuannya

Pemkab Sragen menggandeng murid tingkat SD dan SMP Adiwiyata untuk ikut terlibat dalam memilah sampah.

Tayang:
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika berbincang bersama masyarakat usai apel Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di TPAS Tanggan, Kamis (23/2/2023) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menggandeng murid tingkat SD dan SMP Adiwiyata untuk ikut terlibat dalam memilah sampah.

Harapannya, sampah yang berasal dari sekolah akan habis dikelola di sekolah.

Rencana itu disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika apel peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di TPAS Tanggan.

Baca juga: Viral Puluhan Kantung Darah Penyintas HIV Dibuang Sembarangan di Tempat Sampah, PMI Beri Tanggapan

Selain itu, Bupati Yuni sapaan akrabnya mengaku akan menggandeng pihak ketiga untuk mengurangi tumpukan sampah dengan diolah sebagai pupuk.

"Kami akan bekerjasama dengan SD dan SMP Adiwiyata di Sragen. Mereka diajari terlebih dahulu mengolah sampah dari sekolah sampai pada tahapan selesai di sekolah sampahnya," kata Bupati, Kamis (23/2/2023).

Yuni beralasan mengapa memilih pilot projects-nya di sekolah karena dinilai lebih mudah daripada memilih satu zona perkampungan RT atau RW.

Bupati mengaku sudah pernah diaplikasikan di daerah lain dan tidak efektif.

Sehingga pihaknya akan menyasar ke sekolah-sekolah SD, SMP Adiwiyata di Sragen.

"Misalnya 10 sekolah dulu, kemudian ada Incinerator (alat yang digunakan untuk membakar limbah dalam bentuk padat) disana. Bisa dijadikan batako dan lainnya sehingga tidak ada lagi sampah yang dikirim ke Tanggan," terang Bupati.

Selain itu, Yuni mengaku TPS 3R yang ada di Sragen belum berfungsi maksimal.

Setelah dievakuasi, mengapa belum maksimal dimungkinkan pemasukan lebih sedikit dibandingkan pengeluaran.

"Entah ya, apa karena bahan bakar dari solar ketika BBM naik antara pemasukan dan pengeluaran tidak sesuai sehingga sekarang banyak TPS yang dikelola masyarakat itu ada yang beberapa berhenti," ungkapnya.

Yuni mengaku sempat membongkar Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di beberapa tempat dengan harapan masyarakat bisa mengelola sampah, ternyata tidak.

Baca juga: Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2023, Wonosobo Kompak Deklarasi Pengurangan Timbulan Sampah

Bupati mengatakan jika ingin menggerakkan masyarakat harus di support terlebih dahulu dengan benar. Termasuk menyediakan beberapa alat yang harus dimiliki TPS 3R.

"Selama ini alat di TPS 3R belum semuanya ada, kadang hanya mesin pencacah. Jadi sampah berhenti di desa belum maksimal, meskipun sudah ada dana desa dan belum digunakan," kata Yuni.

Bupati mengakui saat ini pengelolaan sampah Pemkab Sragen masih berfokus  diperkotaan. Sehingga masyarakat desa masih bertahan dengan menimbun dan membakar sampah. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved