Berita Brebes

Pemprov Jateng Turun Gunung, Intervensi Penanganan Stunting di Brebes, Fokus Pendampingan di 2 Desa

Pemkab Brebes mendapatkan pendampingan oleh Pemprov Jateng dalam strategi menurunkan angka prevalensi stunting yang masih tinggi. 

TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
POTRET suasana penyusunan implementasi dan sosialisasi percepatan penurunan stunting di Hotel Grand Dian Brebes, Kamis (23/2/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pemprov Jateng bersama Tanoto Foundation mengadakan kegiatan penyusunan rencana kerja penurunan stunting untuk Pemkab Brebes di Hotel Grand Dian Brebes, Kamis (23/2/2013). 

Pemkab Brebes mendapatkan pendampingan dalam strategi menurunkan angka prevalensi stunting yang masih tinggi. 

Selain Brebes, pendampingan juga diberikan kepada Pemkab Tegal dan Pemkab Banyumas. 

Konsultan pendamping dari Bappeda Jateng, Ribut Musprihadi mengatakan, ini adalah penyusunan rencana kerja, implementasi, dan strategi komunikasi perubahan perilaku yang telah disusun Pemkab Brebes dan disahkan oleh Peraturan Gubernur Jawa tengah Nomor 92 Tahun 2022

Dasar tersebut harapannya bisa menjadi upaya untuk mendukung percepatan stunting.

Baca juga: Tragis! Briptu RC Ditemukan Tewas Tergantung di Pos Polisi Tol Brexit Brebes

Baca juga: Sarno Curi Sepeda Motor di Swalayan Brebes, Ternyata Milik Tetangga Sendiri

Tahun ini ada empat daerah yang mendapatkan pendampingan.

Yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Banyumas, dan Kota Semarang. 

"Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Banyumas, memiliki prevalensi stunting yang tinggi, sehingga kami ikut mengintervensi."

"Untuk Kota Semarang karena ada praktik yang baik dalam pendataan dan penanganan stunting," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (23/2/2023).

Ribut mengatakan, ada dua tempat yang difokuskan dalam pendampingan, yaitu Desa Kluwut di Kecamatan Bulakamba dan Desa Negla di Kecamatan Losari. 

Targetnya agar terjadi penurunan prevalensi stunting. 

Ia menjelaskan, ada empat pendekatan, meliputi pendekatan advokasi kebijakan, mobilitasi sosial, kampanye publik, dan komunikasi antar pribadi. 

Pendekatan tersebut lalu diimplementasikan dalam enam pesan kunci. 

Pertama tablet tambah darah untuk remaja dan ibu hamil, praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA), dan penggunaan jamban sehat bagi keluarga.

Baca juga: Ruas Jalan Provinsi Majenang-Salem Brebes Sempat Terputus Akibat Longsor, Waspada Longsor Susulan

Baca juga: Bintek Pegawai Sekretariat DPRD Jateng di Brebes Hadirkan Inspektorat dan BKD

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved