Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Pesan Dr Aqua Dwipayana: Layani Publik, Perkuat Kompetensi Komunikasi

Komunikasi merupakan bagian penting dari personal branding seseorang. Apa saja tips dari Aqua Dwipayana?

Penulis: Erwin Ardian | Editor: Erwin Ardian
aqua dwipayana
Dr Aqua Dwipayana 

CIANJUR---Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menyoal ihwal pentingnya tokoh atau pejabat publik atau siapapun yang bergiat dalam sektor pelayanan publik memiliki kompetensi komunikasi yang mumpuni. Inilah yang disebut dengan komunikasi personal.

“Komunikasi merupakan bagian penting dari personal branding seseorang. Cara berkomunikasi dan kualitas isi komunikasinya sendiri menunjukkan identitas diri. Komunikasi sangat menentukan dalam meraih simpati publik. Kesalahan komunikasi sekecil apapun bisa berdampak kontraproduktif yang bahkan bisa di luar dugaan kita,” ungkap Dr Aqua menjelang Sharing Komunikasi dan Motivasi. Pada Kamis 23 Februari 2023, doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut akan menyampaikan materi sharing bertajuk “Naik Kelas dengan Public Speaking dan Communication Skill: Best Practice di Lingkungan Kerja”.

Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Aston Puncak Cipanas Jl. Raya Puncak - Gadog No.54, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual, Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Peserta kegiatan merupakan pejabat/pegawai Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual, pejabat/pegawai Bagian Program dan Perencanaan DJKI, pejabat/pegawai Bagian Kepegawaian dan Keuangan, pejabat Biro.

Sebelum berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, lanjut Dr Aqua, pikir dulu pesan yang akan disampaikan. Bayangkan reaksi penerima pesan. Gunakan etika dan kesantunan saat menyampaikannya sehingga orang yang menerima pesan tidak tersinggung, marah, dan emosi yang akhirnya bisa menimbulkan masalah dan konflik.

Dalam Ilmu Komunikasi menurut Dr Aqua ada yang disebut dengan istilah ‘irreversible effect’ atau dampak dari pernyataan sebuah komunikasi yang tidak bisa ditarik kembali karena kadung sudah terjadi dampak akibat pernyataan kita. Pesan yang telah kita sampaikan pertama kali itu berdampak sangat besar.

“Mereka yang tersakiti, tentunya akan menerima permintaan maaf dari orang yang ucapannya menyakiti. Namun batinnya yang sudah terlanjur luka, butuh waktu lama untuk menyembuhkannya,” tutur pria yang selalu mengingatkan setiap orang agar hati dan pikirannya bersih dan jangan membiarkan setitik noda pun masuk ke dalam dirinya.

Menurut Dr Aqua, dalam setiap pesan komunikasi yang sudah disampaikan, kalaupun ada ralat atau revisi, dampak yang dirasakan pertama kali tidak bisa serta-merta terhapus oleh ralat itu. Itulah yang disebut “irreversible effect” dalam komunikasi. “Pikirkan dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, demikian peribahasa yang mencerminkan kearifan lokal orang tua kita dulu,” tegas pria yang selalu menghormati semua orang secara universal ini.

*Meningkatkan Keahlian Komunikasi*
Kehadiran Dr Aqua dalam penyampaian materi Sharing Komunikasi dan Motivasi diharapkan dapat meningkatkan keahlian seluruh peserta dalam hal public speaking dan kemampuan komunikasi.

“Seluruh peserta diharapkan dapat berkomunikasi dengan percaya diri, efektif, efisien, dan tepat sasaran. Juga mampu melaksanakan tugasnya dalan hal penyebarluasan informasi dengan lebih baik lagi. Dengan pengalaman dan praktik langsung berkomunikasi dan membangun jejaring luas oleh Dr Aqua Dwipayana, harapannya menjadi best practice yang menginspirasi semua pegawai dan pejabat yang hadir,” ungkap Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Sri Lastami.

Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan kekayaan Intelektual memiliki tugas untuk
penyiapan perumusan dan pelaksanaan pemberdayaan potensi kekayaan intelektual, diseminasi dan promosi, penyiapan media diseminasi dan promosi, inventarisasi kekayaan intelektual komunal, serta pengelolaan perpustakaan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi, baik kepada masyarakat maupun para stakeholder Kekayaan Intelektual lainnya. Selain itu dibutuhkan juga kemampuan untuk public speaking sehingga segala kebijakan terkait kekayaan dapat tersampaikan dengan efektif, efisien, dan tepat sasaran.***

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved