Breaking News
Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kecelakaan

BREAKING NEWS: Truk Angkut Gabah 9,5 Ton Terguling di Jalan Pantura Kudus, Macet Hingga 2,5 KM

Kemacetan panjang mengular hingga 2,5 kilometer terjadi di Jalan Pantura Kudus menuju arah Kota Semarang, Senin (6/3/2023)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Saiful Ma'sum
Sejumlah orang melakukan evakuasi muatan truk yang terguling di Jalan Pantura Kudus, Dusun Tanggulangi, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Senin (6/3/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kemacetan panjang mengular hingga 2,5 kilometer terjadi di Jalan Pantura Kudus menuju arah Kota Semarang, Senin (6/3/2023).

Titik kemacetan berada di pertigaan Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus

Beberapa faktor penyebabnya adalah Jalan Pantura di perbatasan Kabupaten Demak tergenang banjir, serta adanya truk pengangkut gabah 9,5 ton terguling.

Badan truk berpelat nomor polisi K-9832-EC melintang menutupi jalur yang terendam banjir.

Baca juga: Risma Datang ke Kehidupan Asib Ali Bore, Bagaimana Perasaan Terkini Pria India pada Gadis Wajo?

Baca juga: Terungkap! Nagita Slavina Awalnya Tak Beri Nama Rafathar, Mendadak Diganti Raffi Ahmad

Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan dari arah timur ke barat, sehingga jajaran kepolisian Satlantas Polres Kudus menerapkan sistem contra flow untuk mengurai kemacetan. 

Sopir truk, Jefri mengatakan, truknya membawa 9,5 ton gabah dari Tuban Jawa Timur menuju Kabupaten Demak.

Nahas, truk tersebut terperosok ke lubang jalan hingga terguling ketika hendak melewati genangan banjir di Dusun Tanggulangin.

"Enggak tahunya lubang dalam, enggak kelihatan terendam banjir," terangnya. 

Jefri menyebut, truk yang dikendarainya terguling sekiranya pukul 08.00 WIB. Muatan truk baru bisa dievakuasi selang 30-60 menit pasca kejadian. 

Dia berharap, pemerintah lebih memperhatikan terkait kerusakan jalan dampak tingginya curah hujan dan banjir

Supaya kecelakaan yang disebabkan oleh jalan berlubang atau rusak bisa diminimalisir. 

"Jalan pantura banyak yang rusak, harus segera ditangani supaya tidak membahayakan," harapnya.

Anggota Satlantas Polres Kudus, Bripka Taufik mengatakan, contra flow dilakukan mengingat terjadi kemacetan arus lalu lintas. 

Pihaknya berupaya mengurai kemacetan yang ada agar bisa segera kembali lancar. 

"Faktornya banjir, dan ada truk yang mengalami kecelakaan. Saat ini kami upayakan agar kendaraan tetap bisa jalan secara bergantian," ujarnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved