Berita Slawi

Detik-detik Belasan Remaja Cium Kaki Orang Tua, Usai Gagal Tawuran di Kabupaten Tegal

Remaja yang ditangkap bawa senjata tajam untuk tawuran diminta untuk mencium kaki orang tua di depan gedung SSB Mapolres Tegal, Rabu (8/3/2023).

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Polres Tegal menggelar pers rilis ungkap kasus belasan remaja yang diduga hendak melakukan tawuran dengan membawa senjata tajam di Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari beberapa waktu lalu.

Rilis berlangsung di depan gedung SSB Mapolres Tegal, Rabu (8/3/2023).

Hadir langsung pada pers rilis, Kapolres Tegal, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, didampingi Wakapolres Tegal, Kompol Johan Valentino Nanuru, dan Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Vonny Farizky.

Baca juga: Diduga Hendak Tawuran Bawa Senjata Tajam, Gerombolan Pemuda di Margasari Tegal Diamankan Polisi

Turut hadir perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal, Dyah Lies M.

Pada kesempatan itu pula, belasan remaja yang terlibat aksi tawuran dihadirkan langsung beserta orangtua atau keluarga masing-masing.

Kapolres Tegal, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengungkapkan kronologi penangkapan remaja ini bermula pada Minggu (26/2/2023) lalu sekitar pukul 00.30 WIB di Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal berdasar informasi atau laporan dari masyarakat yang menyebut akan terjadi tawuran.

Mendapat laporan tersebut, tim patroli dari Satsamapta Polres Tegal langsung meluncur ke lokasi dan mengamankan sebanyak 17 remaja.

Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya membawa senjata tajam berupa celurit dan pedang.

Sedangkan dari tujuh orang ini, dua di antaranya berstatus sudah dewasa dan lima sisanya kategori anak.

Baca juga: Tawuran Antar Geng di Batang Makan Korban Salah Sasaran, Seorang Warga Dibacok Cuma karena 2 Hal Ini

Sehingga untuk proses penyidikan tetap dibedakan, karena untuk anak-anak ada penyidikan khusus dan lebih cepat dari yang dewasa.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk deteksi dini dengan memberikan informasi sehingga tawuran bisa kita cegah. Selain itu, kepada orangtua juga saya imbau agar lebih mengawasi putra-putri nya, mengingat teknologi sekarang sangat canggih," ujar dia.

"Informasi sangat cepat diterima dan bisa menjadi racun apabila tidak bisa mengelolanya," ungkap Kapolres Tegal, AKBP Mochmmad Sajarod Zakun, pada Tribunjateng.com.

Di hadapan belasan remaja yang terlibat tawuran, Kapolres Tegal menegaskan apabila ada pelajar yang kedapatan berkelahi, membawa senjata tajam, dan membahayakan orang lain bahkan diri sendiri maka akan langsung diproses.

Ia juga meminta kepada orangtua atau perwakilan keluarga yang hadir untuk mengawasi anak-anaknya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved